Ada Jemaat Mulai Beribadah di Gereja

Di tengah pandemi Covid-19, jemaat salah satu gereja di Tombariri, Kabupaten Minahasa, Provinsi Sulut, mulai melakukan ibadah minggu bersama di gedung gereja.

Di tengah pandemi Covid-19, jemaat salah satu gereja di Tombariri, Kabupaten Minahasa, Provinsi Sulut, mulai melakukan ibadah minggu bersama di gedung gereja.

INGIN ARTIKEL DIBACAKAN:

“Apakah Virus Corona tidak menular di pasar, tapi menular di gedung gereja? Mengapa gereja ditutup, tapi pasar dibuka?”

MINAHASA, publikreport.com – Guna memutus mata rantai penyebaran Covid-19 (Coronavirus Disease 2019), pemerintah mengimbau warga masyarakat untuk bekerja dari rumah, belajar dari rumah dan beribah dari rumah. Pimpinan gereja sepakat dan meniadakan ibadah comunal di gedung gereja. Meski bagi sebagian pimpinan dan jemaat gereja, hal itu menjadi beban dan tantangan iman yang serius.

Dari pantauan dua minggu terakhir ini, sudah ada jemaat yang beribadah bersama di gedung gereja. Salah satu Ketua Jemaat Gereja di wilayah Kecamatan Tombariri Timur, Kabupaten Minahasa, Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) saat ditemui mengaku, sudah melaksanakan ibadah minggu di gedung gereja.

“Jemaat kita sudah melakukan ibadah minggu di gedung gereja. Mengapa tidak,” ucap Pdt (Pendeta) yang berinisial KR, Sabtu 09 Mei 2020.

BACA JUGA: Bertambah, Positif Covid-19 di Sulut Jadi 71 Orang

Beribadah di gedung gereja, menurut KR, sudah dikoordinasikannya dengan pemerintah setempat, yakni hukum tua (kumtua) atau kepala desa.

“Kalau kumtua tidak akan melarang adanya ibadah,” jelasnya.

Pantauan pada Minggu 10 Mei 2020, proses ibadah di gedung gereja nampak tidak mengkuatirkan. Sebab, semua jemaat, kecuali khadim menggunakan masker.

“Aman karena tempat duduk dalam gereja berjarak minimal satu meter. Selama ibadah, jemaat sangat disiplin menjaga jarak. Ibadah mulai jam delapan sampai sembilan pagi. Begitu terima berkat, kita langsung pulang,” kata salah satu anggota jemaat perempuan berinisial D.

BACA JUGA: Sulut Tidak Mengusulkan PSBB

Ibadah di rumah yang dilakukan salah satu denominasi gereja.
Ibadah di rumah yang dilakukan salah satu denominasi gereja.

Hal senada diungkapkan warga gereja lainnya.

“Kami mendorong pimpinan gereja supaya hari minggu depan sudah bisa dilakukan ibadah bersama di gedung gereja. Kenapa ratusan orang oleh bergerombol dan beraktivitas di pasar selama berjam-jam, tapi berkumpul di gereja selama satu jam dibilang bahaya,” ujar Feki Kesek, warga Jemaat Gereja Pantekosta di Indonesia (GpdI) di Tanawangko (Tombariri).

“Jemaat kami belum beribadah di gereja karena sekarang masih ibadah kelompok di rumah-rumah,” tambahnya.

Hampir senada dengan Feki, Narsius Moningkey mengatakan, pasar adalah jantung ekonomi dan kebutuhan jasmani. Sementara rumah gereja adalah tempat manusia untuk menyembah dan memuliakan Tuhan.

“Apakah Virus Corona tidak menular di pasar, tapi menular di gedung gereja? Mengapa gereja ditutup, tapi pasar dibuka?” ujarnya. JOPPY  JW

BACA JUGA: Warga Anjurkan Pasar Tomohon Ditutup Sementara

 

0 Reviews

Write a Review

Read Previous

7 Orang Positif Covid-19 di Tomohon

Read Next

Covid-19 Tak Hentikan Buka Puasa Bersama di Langowan

Leave a Reply