PUBLIKREPORT.com

Aktivitas PETI, PT JRBM Diminta Bertanggung Jawab, Pemerintah Jangan Diam dan Polri Tegakkan Hukum

Lokasi Pertambangan Tanpa Ijin (PETI) di Blok Bakan Kecamatan Lolayan Kabupaten Bolmong Provinsi Sulawesi Utara. (Foto: totabuan.co)

BOLMONG, publikreport.com – Pemerhati Sosial Kemasyarakatan Bolaang Mongondow (Bolmong), Yakin Paputungan mengatakan kerusakan hutan penyangga di Blok Bakan Kecamatan Lolayan Kabupaten Bolmong Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) diakibatkan aktivitas Pertambangan Tanpa Ijin (PETI) yang semakin merajalela. Dampak kerusakan hutan dan pencemaran lingkungan yang terjadi, Yakin meminta, PT JRBM selaku pemegang ijin pinjam pakai harus bertanggung jawab.

“Kami minta PT JRBM bertanggungjawab atas kerusakan hutan penyangga yang ada di Blok Bakan,” tegasnya.

Ratusan hektar Hutan Produksi Terbatas (HPT) yang rusak parah, menurut Yakin, diakibatkan pengerukan material yang dilakukan pengusaha tambang dan PETI.

Selain meminta PT JRBM bertanggung jawab, Yakin juga menyesalkan sikap pemerintah yang hanya diam.

“Disinyalir ini terjadi pembiaran serta melakukan pengabaian terhadap amanat undang-undang. Pertanyaan, sudah sejauh mana upaya dan langkah konkrit pemerintah dalam penanganan PETI, guna menghindari terjadinya kerusakan hutan dan lingkungan,” ujarnya.

BACA JUGA: Tambang Illegal di Bolmong Kian Marak. Hutan Rusak, Lingkungan Tercemar

Aparat penegak hukum, Yakin menduga, juga telah terkontaminasi dengan pengusaha tambang illegal. Hal ini terlihat dari mulusnya aktivitas pertambangan illegal di Blok Bakan.

“Kalaupun ada upaya penangkapan oleh aparat hukum, itu lebih terkesan pada pencitraan. Terbuki aktivitas PETI masih terus berlangsung dan makin marajela,” ungkapnya.

Dari hasil investigasinya, Yakin melanjutkan, kegiatan PETI tak lepas dari ganti rugi lahan/tanaman warga yang tidak pernah tuntas dan bermasalah hukum. Untuk mengungkap dugaan adanya perampokan dana ganti rugi lahan warga yang melibatkan oknum karyawan Bagian Humas PT JRBM, Yakin meminta, kiranya manajemen PT J Resource Nusantara (JRM) pusat dapat menurunkan tim audit di internal Humas PT JRBM.

BACA JUGA: Tertibkan PETI, Tim Gabungan Dapati Lokasi Kosong

“JRN pusat perlu melakukan investigasi internal terhadap PT JRBM untuk mengungkap aktor dan dugaan pembobolan keuangan PT JRBM yang mencapai miliaran rupiah. Ini diduga dilakukan oknum-oknum karyawan bagian humas yang memainkan dana ganti rugi lahan,” paparnya.

Fakta tidak tuntasnya ganti rugi lahan ini, Yakin menambahkan, dapat dibuktikan dengan adanya laporan warga ke aparat penegak hukum, baik di Polres Bolmong maupun gugatan perdata di Pengadilan Negeri (PN) Kotamobagu.

BACA JUGA: Lima Penambang di Blok Bakan Tertimbun, Tiga Orang Kritis

 

TOTABUAN.co

0 Reviews

Write a Review

Read Previous

Tessa Kaunang Laporkan Sandy Tumiwa ke Polda Metro Jaya

Read Next

Judi Sabung Ayam Makin Marak

Leave a Reply