Antisipasi Covid-19, SKPD Tak Ada Aktivitas, Sekolah Diliburkan

Jemmy H Kuhu, Sekdakab Minut.

INGIN ARTIKEL DIBACAKAN:

“Ini mengacu pada Keppres (Keputusan Presiden) yang dibuat Presiden. Dimana ada sepuluh poin, salah satunya tidak boleh ada kegiatan dalam bentuk apapun di instansi pemerintahan selama dua minggu kedepan”

Jemmy H Kuhu, Sekdakab Minut.

MINUT, publikreport.com – Guna mengantisipasi penyebaran Coronavirus Desease 2019 (COVID-19), pemerintah mulai membatasi bahkan melarang adanya kegiatan di setiap Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) dari tingkat provinsi sampai kabupaten/kota. Itupun berlaku untuk semua SKPD di jajaran Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Minut.

“Ini mengacu pada Keppres (Keputusan Presiden) yang dibuat Presiden. Dimana ada sepuluh poin, salah satunya tidak boleh ada kegiatan dalam bentuk apapun di instansi pemerintahan selama dua minggu kedepan,” kata Sekretaris Daerah Kabupaten (Sekdakab) Minut, Jemmy H Kuhu usai menghadiri pelantikan dan pengambilan sumpah Sekretariat Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) untuk Pemilihan Umum Kepala Daerah (Pilkada) Gubernur dan Wakil Gubernur Sulut serta Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Minut, Senin 16 Maret 2020 di Sutanraja Hotel.

BACA JUGA: Dampak Covid-19, Pejabat Sangihe Dilarang Keluar Daerah

Diketahui, Presiden RI, Joko Widodo (Jokowi) telah mengeluarkan Keppres Nomor 7 tahun 2020 terkait Gugus Tugas Penanganan COVID-19 yang ditetapkan pada Jumat 13 Maret 2020.

BACA JUGA: Penanganan Covid-19 Berbasis Komunitas

Keppres ini ditindaklanjuti Pemerintah Kabupaten Minut dengan meliburkan sekolah dan tidak lagi penggunaan finger atau absen elektronik selama dua pekan kedepan.

“Absen manual dan meliburkan sekolah sudah dilaksanakan sesuai dengan arahan bapak Presiden,” ungkap Jemmy H Kuhu.

BACA JUGA: Cegah Covid-19, Kemendikbud Gandeng Swasta Siapkan Belajar Daring

Sebelumnya, Bupati Kabupaten Minut, Vonnie Anneke Panambunan melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) meliburkan siswa-siswi Taman Kanak-kanak/Pendidikan Anak Usia Dini (TK/Paud), Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) sejak 16 hingga 30 Maret 2020. Siswa yang libur harus belajar di rumah.

“Pada waktu libur, proses pembelajaran dilaksanakan melalui daring (online) dalam aplikasi “Rumah Belajar” (https://belajar.kemdikbud.go.id) yang dikembangkan oleh Pusdatin Kemendikbud RI atau melalui akses daring lainnya dibawah bimbingan dan arahan guru,” jelas Vonnie.

BACA JUGA: Cegah Covid-19, Menteri PANRB: ASN Dibolehkan Bekerja dari Rumah

Kepala Badan Kepegawaian, Pendidikan dan Pelatihan (BKPP) Kabupaten Minut, Styvi Watupongoh mengatakan terhitung Senin 16 Maret 2020, semua ASN yang ada di kantor lingkup Pemerintah Kabupaten Minut masuk kerja seperti biasa dan pelaksanaan finger print diberhentikan sementara dan dilakukan absen manual.

“Selanjutnya untuk mekanisme kerja rumahan bagi ASN sesuai dengan arahan dari Presiden dan Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) sedang disiapkan dan akan ditindaklanjuti sekaligus menunggu petunjuk pimpinan,” tambahnya. GLENLY BAGAWIE

BACA JUGA: Antisipasi Covid-19, Pemkot Manado LIburkan Sekolah
BACA JUGA: PGRI Minta Pemerintah Liburkan Seluruh Sekolah

 

0 Reviews

Write a Review

Read Previous

Pilkada, KPU Minut Lantik 50 PPK

Read Next

Covid-19 Mengancam, Kejuaraan International Terjun Payung di Manado Ditunda

Leave a Reply