Banyak Jalan di Tomohon Tanpa Saluran Air

Jalan di Kelurahan Walian Kecamatan Tomohon Selatan, menuju ke arah Kantor Walikota Tomohon dan Mapolres Tomohon, tanpa saluran air di kiri dan kanan jalan. (Foto: Donny Turang/publikreport.com)

Jalan di Kelurahan Walian Kecamatan Tomohon Selatan, menuju ke arah Kantor Walikota Tomohon dan Mapolres Tomohon, tanpa saluran air di kiri dan kanan jalan. (Foto: Donny Turang/publikreport.com)

INGIN ARTIKEL DIBACAKAN: https://publikreport.com

Dipihak lain, sejumlah petani di Kakaskasen dan Wailan Kecamatan Tomohon Utara berteriak agar jalan menuju perkebunan mereka diaspal oleh pemerintah. Namun, aspirasi petani yang sudah bertahun-tahun ini hanya sekedar di dengar pemerintah saja.

TOMOHON, publikreport.com – Pemerintah Kota Tomohon memang banyak membuka jalan baru dengan perkerasan dan tak lama kemudian diaspal hotmix. Sayangnya, pembangunan jalan-jalan ini tidak diimbangi dengan pembuatan saluran air (got) di kiri dan kanannya.

Dari pantauan publikreport.com, jika ada saluran air di kiri dan kanan jalan hanya asal jadi atau mungkin tanpa perencanaan yang matang. Buktinya air banyak menggenang di jalan, padahal jalan dan saluran air belum lama dibangun.

Jalan-jalan tanpa saluran air terpantau di Walian  Tomohon Selatan, seperti di jalan menuju Kantor Walikota dan Mapolres Tomohon. Serta jalan dari Mapolres menuju ke DPRD serta kawasan perkantoran. Selanjutnya jalan dari arah Woloan menuju Pinaras.

LIHAT: Sebagian Jalan di Kota Tomohon yang Tanpa Saluran Air

Di Tomohon Timur, misalnya lingkar timur dari arah Paslaten I menuju ke Kaaten Matani I. Hal sama juga terlihat di jalan Rurukan, kompleks hutan kota dan seterusnya. Serta jalan dari belakang hutan kota menuju ke Susuripin.

Jalan-jalan di Tomohon Timur yang tanpa saluran air ini nampak makin mengecil karena rumput di kiri kanan jalan mulai merambat ke badan jalan. Jalan tanpa saluran air dapat memperpendek umur jalan, alias jalan cepat rusak.

Sangat disayangkan jalan yang dibangun dengan anggaran besar, namun cepat rusak. Ataukah mungkin ini yang diinginkan pemerintah agar terkesan ada pekerjaan terus.

LIHAT: Fasilitas Publik Ini Terkesan ‘Dibiarkan’

Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI Kantor Perwakilan Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) yang kini sedang melakukan audit atas Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD) Kota Tomohon Tahun Anggaran (TA) 2017 harus melakukan pemeriksaan dengan seksama. Sebab, banyak hal-hal mendasar untuk kepentingan publik yang masih terabaikan, seperti jalan rusak, fasilitas kesehatan (Pustu dan Poskesdes yang tidak dimanfaatkan).

Dipihak lain, sejumlah petani di Kakaskasen dan Wailan Kecamatan Tomohon Utara berteriak agar jalan menuju perkebunan mereka diaspal oleh pemerintah. Namun, aspirasi petani yang sudah bertahun-tahun ini hanya sekedar di dengar pemerintah saja.

BACA JUGA: Petani Kakaskasen dan Wailan Minta Jalan Ini Diaspal
BACA JUGA: Minta Perbaikan Jalan Pertanian, Petani: Kami Sudah Membuat Pengaduan

Data Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Tomohon 2011-2016, jalan rusak dan rusak berat sejak tahun 2012 hingga 2016 terus terjadi peningkatan.

Jalan rusak pada 2012, 23,94 kilometer, 2013, 35,18 kilometer, 2014, 38,00 kilometer, 2015, 108,83 kilometer dan 2016 110,96 kilometer.

Jalan rusak berat 2012 sepanjang 22,94 kilometer, 2012, 58,19 kilometer, 2014, 54,47 kilometer, 2015, 98,72 kilometer dan  2016, 98,83 kilometer. DORANG

 

0 Reviews

Write a Review

Read Previous

Sebagian Jalan di Kota Tomohon yang Tanpa Saluran Air

Read Next

Dirut: Retribusi Parkir di Pasar Beriman Dipending

Leave a Reply