Banyak Oknum Gembala Dituding Abaikan Imbauan MP/MD GPdI

Surat imbauan MP/MD GPdI.

INGIN ARTIKEL DIBACAKAN:

Para gembala yang terhormat, jika atasanmu MP dan MD sudah memberi himbauan, maka ajari kami jemaat untuk taat dengan cara Anda memulai dulu untuk taat. Jangan buat peta konflik di jemaat yang bingung memilih mana yang harus ditaati. Ingat hukum tabur tuai. Anda melawan pimpinan memakai dalih FT, jangan heran anda akan dilawan jemaat dengan dalih yang sama. Sapa tu ’biji mata Allah?’ Ngoni? Betul. Kong tu MP dan MD apa dang?”

TOMOHON, publikreport.com – Gereja Pantekosta di Indonesia (GPdI) menyatkan keseriusannya untuk bersama dengan Pemerintah Republik Indonesia (RI) dalam mencegah penyebaran Coronavirus Disease 2019 (Covid-19). Hal ini ditindak lanjuti dengan keluarnya Surat Majelis Pusat GPdI tertanggal 19 Maret 2020 Nomor 231/MP-GPdI/S-Himb/III-2020, yang menghimbau kepada seluruh GPdI di wilayah RI agar meniadakan sementara ibadah komunal di gedung gereja pada tanggal 22 Maret 2020.

Majelis Daerah (MD) GPdI Sulut, pada tanggal 22 Maret 2020 juga telah menyurat kepada seluruh pimpinan gereja, gembala dan jemaat agar meniadakan semua kegiatan rohani berupa ibadah, seminar, lokakarya yang mengumpulkan orang banyak baik ditempat umum atau dilingkungan sendiri.

Faktanya, imbauan dua institusi tertinggi GPdI ini diabaikan oleh banyak pimpinan (gembala) yang ‘berkuasa’ di jemaat yang ada di desa dan kelurahan. Minggu 22 Maret 2020, sekitar jam 09.00-10.00 WITA (usai ibadah keluarga di rumah) wartawan menghubungi sejumlah jemaat GPdI di Minahasa raya dan mendatangi beberapa gereja di Tomohon. Ternyata banyak jemaat yang tetap menggelar ibadah bersama di gereja seperti biasa.

Kita di Jemaat Arimatea Watutumou II tetap ibadah bersama di gereja seperti biasanya. Bahkan jadual ibadah wadah sepanjang minggu berjalan sudah diumumkan. Kita jemaat tentu saja ikut saja dengan pengaturan gembala,” kata Sis N.

Hal sama dikemukakan PDM YR dari jemaat GPdI Hosana Ranotongkor Timur.

Kita tetap ibadah di gereja seperti biasanya. Kita tidak ada informasi dari majelis wilayah,” ucapnya.

BACA JUGA: Covid-19 Bisa Serang Siap Saja Dalam Waktu Cepat

Bukan saja jemaat aras bawah, tapi ada juga gereja pusat wilayah yang tetap lakukan ibadah biasa.

Kita tetap ibadah di gereja seperti biasanya,” ujar salah satu jemaat GPdI Pusat Paslaten Tomohon yang ditanyai wartawan saat melintas di kompleks gereja tersebut.

Pembangkangan terhadap arahan MP GPdI Pusat dan MD GPdI Sulut dikritik keras oleh warga jemaat.

Para gembala yang terhormat, jika atasanmu MP dan MD sudah memberi himbauan, maka ajari kami jemaat untuk taat dengan cara Anda memulai dulu untuk taat. Jangan buat peta konflik di jemaat yang bingung memilih mana yang harus ditaati. Ingat hukum tabur tuai. Anda melawan pimpinan memakai dalih FT, jangan heran anda akan dilawan jemaat dengan dalih yang sama. Sapa tu ’biji mata Allah?’ Ngoni? Betul. Kong tu MP dan MD apa dang?” tegas Monchi Sumual dari Manado.

BACA JUGA: Cegah Covid-19, Menteri PANRB: ASN Dibolehkan Bekerja dari Rumah

Kami jemaat taat pada perintah hamba Tuhan, dimana tempat kami beribadah. Demkian juga hamba Tuhan harus tunduk pada peraturan/imbauan pimpinan gereja dimana bernaung. Jangan berdebat, tunduk saja pada pimpinan, apalagi ini anjuran pemeritah. Pemerintah itu termasuk wakilnya Allah,” tambah Decky Tabaluyan.

Kengototan sejumlah pimpinan GPdI Jemaat untuk tetap menggelar ibadah di gereja dipandang lain oleh beberapa orang.

Gembala GPdI tidak digaji oleh Sinode seperti GMIM. Jadi kalau tidak ada ibadah gereja, ya, tidak ada kolekte untuk kesejahteraan pimpinan. Perpuluhan juga belum akan ada kalau tidak ada ibadah di gereja. Jadi maklumlah,” kata Fecky Goni.

BACA JUGA: Cegah Covid-19, Mendikbud: Bekerja dan Mengajar Dilakukan dari Rumah

Kendati demikian, ada juga jemaat GPdI yang mau mendengar.

Pemerintah berupaya keras dengan berbagai cara untuk mencegah sebaran Covid-19 yang sangat berbahaya. Keterlaluan kalau kita tidak menunjukkan kerjasama. Kami ibadah serentak dirumah masing-masing. Karena ini bicara kerjasama dan kepatuhan meskipun kita tahu disini tidak ada yang positiv terinfeksi corona,” ungkap salah satu gembala yang minta namanya jangan ditulis. JOPPY JW

BACA JUGA: Pendidik Diminta Hadirkan Belajar yang Menyenangkan

 

0 Reviews

Write a Review

Read Previous

Perangi Covid-19, Tentara Semprotkan Disinfektan di Tempat-tempat Ini

Read Next

Pendapat Warga Tentang Balon Walikota Tomohon dari Partai Golkar

Leave a Reply