Derita Pariwisata Ditengah Covid-19

Kai Santi Woloan.

Kai Santi Woloan. (Foto: JoppyJW/publikreport.com)

INGIN ARTIKEL DIBACAKAN: https://publikreport.com

“… kerugian paling terasa adalah hilangnya penghasilan bagi karyawan yang punya keluarga dan tentunya termasuk saya. Kita belum tahu jelasnya kapan ini dibuka”

TOMOHON, publikreport.com – Minggu, 05 Juli 2020, publikreport.com mengunjungi beberapa objek wisata di Kabupaten Minahasa bagian barat dan Kota Tomohon, Provinsi Sulawesi Utara (Sulut). Dikesempatan itu, jurnalis mewawancarai beberapa masyarakat dan pengelola objek wisata. Sejumlah objek wisata yang dapat dikatakan andalan Sulut masih sepi dan sebagian nampak tak terurus.

LIHAT: Objek Wisata Ditengah Pandemi Covid-19

Tempat ini ditutup sejak tanggal 08 Maret 2020 atau 4 bulan lalu. Biasanya pada setiap hari Minggu atau hari raya, paling kurang ada 1.000 orang masuk disini. Tapi tidak tahu kapan dibuka lagi,” ungkap Welly Nangin,yang mengaku penjaga Tempat Wisata Tasik Ria, Desa Mokupa, Minahasa.

Pandemi Covid-19 (Coronavirus Disease 2019), menurut Welly, menyebabkan banyak pengelola objek wisata mengalami kerugian.

Banyak yang rugi akibat Virus Corona. Ada seratus lebih pedagang yang jualan disini pada setiap Sabtu, Minggu atau hari raya,” jelasnya.

Hal sama dikatakan oleh Dirk de Fretes, salah satu Perangkat Pemerintahan Desa Borgo, Kecamatan Tombariri.

Virus Corona sangat berdampak pada ekonomi dan dunia pariwisata. Bersama teman-teman, saya sudah melakukan survey ke objek-objek wisata yang ada di sepanjang pantai Kecamatan Mandolang hingga Tombariri,” ujar de Fretes.

Di Pantai Indah Kalasey, Sisca Mawey, salah satu pemilik usaha bidang kepariwisataan membeber kerugian yang ditimbulkan oleh pandemi Covid-19.

Ada sembilan orang karyawan yang saya istirahatkan dulu selama belum dibuka. Pasti jika bertanya soal kerugian usaha atau material. Tapi kerugian paling terasa adalah hilangnya penghasilan bagi karyawan yang punya keluarga dan tentunya termasuk saya. Kita belum tahu jelasnya kapan ini dibuka,” ucap Sisca.

Kondisi serupa terjadi di tempat-tempat wisata pegunungan di Kota Tomohon.

Kita disini tetap bertugas untuk mengawasi kawasan ini. Juga petugas taman selalu mengurus dan menjaga keindahan dan kebersihan lokasi biarpun masih ditutup. Kita berharap saat new normal kegiatan pariwisata dimulai lagi,” harap Bung, salah satu penjaga Taman Welong, Kakaskasen 1, Kota Tomohon.

Pemandangan serupa nampak di kawasan yang berada di Woloan, Kecamatan Tomohon Barat. Kesepian dan pemandangan fasilitas yang sudah mulai tak terurus menyita perhatian warga yang melintasinya.

Biasanya Kai Santi dan Valentine ini ramai terus dari hari Jumat sampai hari Minggu. Bahkan di hari-hari biasa, pengunjung tetap ada. Tapi sekarang, bahkan lokasinya mulai tidak terurus setelah lama tidak dibuka karena Corona,” kata Meyer Potoh, warga Kelurahan Woloan 3.

Banyak yang hilang pekerjaan karena Virus Corona. Minta tolong pemerintah buka saja tempat pariwisata supaya masyarakat tidak stres di rumah. Ini kan sudah new normal,” sambung Joni Morong, salah satu pedagang yang kesehariannya berjualan keliling di sejumlah objek wisata, seperti Welu, Valentine, Kai Santi dan Lokon View. JOPPY JW

 

0 Reviews

Write a Review

Read Previous

Objek Wisata Ditengah Pandemi Covid-19

Read Next

Pemprov Siapkan Program Padat Karya Rp20 Miliar