Di Rurukan Bakal Ada Hotel

Panorama alam Rurukan Kecamatan Tomohon Timur, dengan lahan pertaniannya. (Foto: publikreport.com)

Panorama alam Rurukan Kecamatan Tomohon Timur, dengan lahan pertaniannya. (Foto: publikreport.com)

INGIN ARTIKEL DIBACAKAN: https://publikreport.com

“Memang sebagian besar tanah itu sudah tidak subur dan tidak diolah oleh pemilik sebelumnya, sehingga dijual. Kalau memang pengusaha itu akan mengembangkan objek wisata dengan pembangunan hotel, ya kami dukung. Lagi pula ini membuka lahan pekerjaan bagi masyarakat. Soal mempekerjakan warga setempat, pemerintah sudah membuat komitmen dengan pengusaha itu”

TOMOHON, publikreport.com – Lurah Rurukan, Sidonia Marli Palit mengungkapkan, apabila pengusaha pengelola Puncak Rurukan berencana membuat hotel di objek wisata itu. Karena dengan makin diminatinya objek wisata itu akan semakin banyak memperkerjakan warga Rurukan.

“Pengusaha Puncak Rurukan sudah membuat kesepakatan bersama Pemerintah Negeri Rurukan (Rurukan dan Rurukan I) bahwa seluruh karyawan di objek wisata tersebut harus warga setempat,” ungkap Sidonia saat ditemui publikreport.com di Kantor Kelurahan Rurukan Kecamatan Tomohon Timur, Selasa 30 Januari 2018.

BACA JUGA: Agustinus Mengaku Keuntungan Bisnis Sayur Menggiurkan

Rencana pengusaha pengelola Puncak Rurukan yang akan membangun hotel di kawasan itu, menurut Sidonia, pemerintah tidak melarang. Apalagi tanah di sekitar kawasan itu sudah dibelinya.

“Memang sebagian besar tanah itu sudah tidak subur dan tidak diolah oleh pemilik sebelumnya, sehingga dijual. Kalau memang pengusaha itu akan mengembangkan objek wisata dengan pembangunan hotel, ya kami dukung. Lagi pula ini membuka lahan pekerjaan bagi masyarakat. Soal mempekerjakan warga setempat, pemerintah sudah membuat komitmen dengan pengusaha itu,” katanya.

BACA JUGA: Tanah Rurukan Milik Siapa?

Desa wisata

Karena sektor pariwisata di Rurukan terbilang bagus, Sidonia mengungkapkan, pemerintah setempat akan membuat Negeri Rurukan menjadi ‘Desa Wisata Berbasis Budaya’. Program ini sudah dikembangkan sejak tahun 2017.

“Tahun ini (2018) kami akan kembangkan lebih baik lagi,” ucapnya.

Program ‘Desa Wisata berbasis Budaya’ pemerintah akan menonjolkan budaya dari Negeri Rurukan.

BACA JUGA: Belum Ada Festival Sayur-mayur

Kegiatan yang akan dilaksanakan, Sidonia menjelaskan, pada hari pertama pentas seni budaya yang menampilkan Mazani, Maengket, Katrili serta Musik Bambu Seng yang dilombakan antar lingkungan.

“Sebagaimana tahun lalu, pentas seni budaya ini disaksikan pejabat Pemerintah Kota Tomohon,  wisatawan dan tamu dari berbagai daerah,” tuturnya.

Hari kedua, Sidonia melanjutkan, berupa lomba wisata kuliner antar lingkungan. Uniknya, lomba wisata kuliner ini setiap lingkungan membuat/menyediakan tiga stand dari pondok bambu. Masakan terserah apakah akan dikonsumsi sendiri, bersama-sama dengan tamu atau dijual.

“Terserah mereka,” katanya.

BACA JUGA: Petani Rurukan Berharap Pertanian Lebih Baik Lagi
BACA JUGA: Kaya Hortikultura, Sebagian Petani Rurukan Kini Hanya Penggarap

“Kegiatan ini mendapat tanggapan positif dari Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) dan Pemerintah Kota Tomohon,” tambahnya.

Kegiatan ini akan dibuka pada Rabu, 21 Februari 2018, bertepatan dengan perayan hari pemekaran Kelurahan Rurukan I dari Kelurahan Rurukan. Puncak acaranya pada Senin, 30 April 2018. YELLI PRISILIA

 

0 Reviews

Write a Review

Read Previous

Anak Dicabuli, Ibu Lapor Polisi

Read Next

Tanah Rurukan Milik Siapa?

Leave a Reply