Di Sulut, Kejahatan Transnasional Meningkat, Kejahatan Konvensional Menurun

Kapolda Sulut, Irjen RZ Panca Putra bersama Kasdam XIII/Merdeka, Brigjen Wirana Prasetya Budi, Danrem 131/Santiago, Brigjen Prince Meyer Putong dan Sekdaprov Sulut, Edwin Silangen pada konferensi pers akhir tahun 2020 tentang kamtibmas di Sulut, bertempat di aula Catur Prasetya Mapolda Sulut, Selasa 29 Desember 2020.

Kapolda Sulut, Irjen RZ Panca Putra bersama Kasdam XIII/Merdeka, Brigjen Wirana Prasetya Budi, Danrem 131/Santiago, Brigjen Prince Meyer Putong dan Sekdaprov Sulut, Edwin Silangen pada konferensi pers akhir tahun 2020 tentang kamtibmas di Sulut, bertempat di aula Catur Prasetya Mapolda Sulut, Selasa 29 Desember 2020.

INGIN BERITA DIBACAKAN: https://publikreport.com

MANADO, publikreport.com – Tahun 2020, angka kejahatan tindak pidana konvensional di wilayah Sulawesi Utara (Sulut), menurut Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Sulut, Inspektur Jenderal (Irjen) RZ Panca Putra, terjadi penurunan bila dibandingkan dengan tahun 2019.

“Dibandingkan tahun 2019, terdapat penurunan sebesar 15,9 persen. Dimana tahun 2020 sebanyak 4.263 kasus, sementara di tahun 2019 sebanyak 5.070 kasus,” ungkap Irjen Panca Putra pada konferensi pers akhir tahun 2020 terkait situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) di Sulut, bertempat di aula Catur Prasetya Markas Kepolisian Daerah (Mapolda) Sulut, Selasa 29 Desember 2020.

Kejahatan tindak pidana konvensional itu, Panca mengatakan, didominasi kasus penganiayaan biasa, kasus pencurian, penganiayaan berat, penggelapan, pengancaman dan penipuan.

Meski terjadi penurunan pada kejahatan tindak pidana konvensional, Panca menjelaskan, namun tidak dengan kejahatan transnasional, kejahatan kekayaan negara dan kejahatan berimplikasi kontijensi.

Kejahatan transnasional kasusnya naik 20,6 persen, yakni dari 68 kasus di tahun 2019 menjadi 82 kasus di tahun 2020.

Sedangkan kejahatan kekayaan negara naik 35 persen, berupa 08 kasus di tahun 2019 menjadi 12 kasus di tahun 2020.

Kejahatan berimplikasi kontijensi naik 250 persen, yaitu 02 kasus di tahun 2019 menjadi 07 kasus di tahun 2020.

Mengantisipasi kejahatan, Panca menjelaskan, kepolisian sudah membuat strategi, antaranya dengan mengaktifkan kembali ‘kring serse’, meningkatkan patroli di jam-jam dan daerah rawan, melaksanakan sinergitas bersama Forkopimda (Forum Komunikasi Pimpinan Daerah) dan semua pihak, membentuk tim khusus (timsus) percepatan penanganan tindak pidana, memperkuat deteksi dini dan pembinaan jaringan serta pemolisian proaktif dengan mengeliminir setiap gangguan yang ada sejak dini.

Kepada masyarakat Sulut, Panca menyampaikan permohonan maaf atas pelaksanan tugas yang belum sesuai dengan harapan.

“Mohon maaf apabila selama ini dalam pelaksanaan tugas, Polda Sulut masih banyak kekurangan, ada hal hal yang harus diperbaiki. Mudah-mudahan di tahun 2021 (kedepan) dengan semangat kebersaman kita bisa mewujudkan dan memperbaiki segala kekurangan yang ada, terlebih khusus untuk mewujudkan masyarakat yang sehat, dan menciptkan situasi kamtibmas yang kondusif di Sulut,” ucapnya.

Hadir pada konferensi pers tersebut, antaranya Kepala Staf Komando Daerah Militer (Kasdam) XIII/Merdeka, Brigadir Jenderal (Brigjen) Wirana Prasetya Budi, Komandan Resort Militer (Danrem) 131/Santiago, Brigjen Prince Meyer Putong dan Sekretaris Daerah Provinsi (Sekdaprov) Sulut, Edwin Silangen.

0 Reviews

Write a Review

Read Previous

Pergantian Tahun, Pesta dan Konvoi Dilarang

Read Next

Selamat Natal 2020 & Tahun Baru 2021