Dua Menteri Disuguhkan Saguer, Cucur dan Apang

Di sela-sela peresmian Mal Pelayanan Publik (MPP) Wale Kabasaran Pemerintah Kota Tomohon, Sabtu, 21 April 2018, dua menteri, yakni MenPAN & RB, Asman Abnur serta MenKUM & HAM, Yasonna Laoly serta undangan lainnya disuguhkan minuman dan kue tradisional oleh ibu-ibu PKK kelurahan se-Kota Tomohon. Ibu-ibu PKK ini juga mendemonsrasikan cara pembuatan kue dengan penjelasan-penjelasan.

Harapan, Asman mengutarakan, dengan beroperasinya MPP di Kota Tomohon ini, tidak ada lagi pelayanan yang tertutup. Semua terbuka, kapan selesainya, berapa biayanya, berapa lama menunggunya, syaratnya apa?

TOMOHON, publikreport.com – Sabtu, 21 April 2018, Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (MenPAN & RB), Asman Abnur serta Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia (MenKUM & HAM), Yasonna Laoly meresmikan Mall Pelayanan Publik (MPP) Wale Kabasaran Pemerintah Kota Tomohon.

Menariknya disela-sela peresmian Wale Kabasaran, kedua menteri tersebut disuguhkan berbagai minuman dan kue tradisional Minahasa, seperti saguer, kue cucur dan apang oleh ibu-ibu PKK kelurahan se-Kota Tomohon. Walikota Tomohon, Jimmy Feidie Eman nampak memberikan penjelasan kepada kedua menteri dan para undangan lainnya, seperti Gubernur Sulut, Olly Dondokambey, Kapolda Sulut, Irjen Bambang Waskito, Pangdam XIII/Merdeka, Mayjen Madsuni, Kakanwil KemenKUM & HAM Sulut, Pondang Tambunan, tentang minuman dan kue tradisional yang disuguhkan itu.

Ibu-ibu PKK ini bahkan tak segan-segan menunjukan kebolehan mengaduk adonan serta memasak kue di depan kedua menteri dan undangan lainnya, disertai penjelasan.

BACA JUGA: Pelayanan Publik, Adakah Perubahan Paradigma?

Diketahui, Menteri Asman Abnur telah tiba di Kota Tomohon sejak, Jumat, 20 April 2018. Turut bersama Menteri Asman, Sekretaris KemenPAN & RB, Dwi Wahyu Atmaji, Deputi Pelayanan Publik KemenPAN & RB, Diah Natalisa, Staf Khusus MenPAN & RB Indra Gobel dan lain-lain. Jumat malam, Menteri Asman dan rombongan dijamu (gala dinner) Walikota Tomohon, Jimmy Feidie Eman bertempat di restoran Okoy Flower Garden yang berada di Kelurahan Kakaskasen, Kecamatan Tomohon Utara.

Sabtu, 21 April 2018, pagi, Menteri Asman didampingi Jimmy Feidie Eman dan Kapolres Tomohon, AKBP I Ketut Agus Kusmayadi melakukan olahraga pagi, dengan jogging di seputaran Kota Tomohon.

MPP Tomohon ke-6 di Indonesia

MenPAN & RB, Asman Abnur, Sabtu, 21 April 2018, pagi, melakukan olahraga, jogging, ditemani Walikota Tomohon, Jimmy Feidie Eman dan Kapolres Tomohon, AKBP I Ketut Agus Kusmayadi.

Setelah terbentuk di lima kota, yaitu DKl Jakarta, Surabaya, Banyuwangi, Denpasar, dan Bekasi,  Mal Pelayanan Publik (MPP) kembali hadir di Kota Tomohon, Provinsi Sulawesi Utara (Sulut). MPP ini merupakan MPP ke-6 di Indonesia, serta pertama di Pulau Sulawesi dan Indonesia bagian timur.

Pembentukan MPP, MenPAN & RB Asman Abnur menegaskan, tidak akan berhenti sampai di sini saja. Masih akan dibangun MPP lainnya.

“Tahun ini akan menyusul 19 MPP,” ujarnya.

Pembentukan MPP, menurut Asman terinspirasi dari Nawacita. Di mana enam diantaranya berkaitan erat dengan pelayanan publik sebagai wujud kehadiran negara di tengah masyarakat.

“Gagasan tersebut sejalan dengan tantangan Bapak Presiden, khususnya kepada saya ketika diamanahkan sebagai MenPAN & RB, yang diantaranya adalah membenahi pelayanan publik,” ujarnya saat  peresmian MPP Kota Tomohon,  Sabtu, 21 April 2018.

BACA JUGA: Bagaimana Kualitas Pelayanan Publik Pemerintah? Ini Kata Pengamat

MPP, menurut Asman, juga merupakan bentuk cita-cita  Presiden Jokowi (Joko Widodo) yang sejak dulu ingin memberikan kemudahan dan kenyamanan bagi masyarakat dalam mendapatkan berbagai jenis layanan di satu tempat. Konsep MPP ditawarkan sebagai solusi dari pelayanan terpadu yang saat ini belum terintegrasi antara pelayanan instansi pemerintah pusat dan pemerintah  daerah, sekaligus pelayanan bisnis dalam satu lokasi.

MPP merupakan pengembangan dari Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP) yang dikombinasikan dengan menggunakan teknologi informasi, sehingga  pelayanan publik menjadi lebih mudah diakses dan menambah unsur kenyamanan dalam mendapatkan pelayanan.

Hadirnya MPP mengintegrasikan berbagai pelayanan publik   yang dilakukan secara terpisah oleh masing-masing instansi. Pelayanan tersebut dirasa kurang efektif, tidak efisien, dan berbiaya tinggi. Oleh karena itu, Asman mendorong daerah lain untuk melakukan hal serupa yang dilakukan Kota Tomohon yakni membangun MPP, dengan harapan memberikan kemudahan masyarakat dalam mendapat pelayanan.

Tinggalkan cara lama

MenPAN & RB, Asman Abnur dan Walikota Tomohon, Jimmy Feidie Eman menandatangani prasasti peresmian Mal Pelayanan Publik, Wale Kabasaran Kota Tomohon. Peresmian MPP Kota Tomohon, Sabtu, 21 April 2018, juga dilhadiri MenKUM & HAM, Yasonna Laoly.

Pelayanan publik, Asman menjelaskan, tidak lagi berada di masing-masing kantor, kini semua sudah dipadukan. Hal ini karena semangat perubahan pelayanan publik diwujudkan dengan mengubah pola konvensional ke integrasi.

“MPP di Wale Kabasaran, menyangkut pelayanan kota, provinsi dan pemerintah pusat. Di sana ada pelayanan pengurusan paspor, BPJS, perbankan, lahan dan akta nikah,” katanya.

Harapan, Asman mengutarakan, dengan beroperasinya MPP di Kota Tomohon ini, tidak ada lagi pelayanan yang tertutup. Semua terbuka, kapan selesainya, berapa biayanya, berapa lama menunggunya, syaratnya apa?

“Semuanya secara terbuka,” harapnya.

“Bahkan hari libur, apakah idul fitri atau natal, instasi yang berkaitan dengan pelayanan dasar seperti Puskesmas, tidak boleh tutup,” tegasnya.

MenKUM & HAM, Yassona Laoly mengatakan pihaknya akan selalu mendukung perbaikan kualitas pelayanan publik. Melalui pembangunan MPP diberbagai daerah. KemenKUM & HAM selalu siap hadir dengan turut berpartisipasi memberikan pelayanan dalam MPP.

“Sebagai bukti kami peduli dengan pelayan publik, pelayanan Kementerian Hukum dan HAM akan selalu hadir di berbagai daerah di Indonesia,” ujarnya

233 layanan perijinan/non perijinan

Walikota Tomohon, Jimmy Feidie Eman menungkapkan, MPP Kota Tomohon memiliki 233 jenis layanan perijinan/non perijinan. Saat ini, jenis pelayanan lain yang sudah tergabung adalah, layanan imigrasi (Kementerian Hukum dan HAM), Pajak (Kementerian Keuangan), Kepolisian, Bank Sulut, Samsat, PDAM, BNI, Badan Keuangan Daerah, PT.POS, BPJS Kesehatan, BPJS Ketenagakerjaan, dan Dinas Tenaga Kerja.

Selain layanan perizinan, MPP Kota Tomohon juga dilengkapi dengan cafe/kantin, comand center, ruang bermain anak, ruang menyusui, ruang baca, ATM. Disamping itu untuk menjangkau MPP, pihaknya telah menyediakan bus gratis, bahkan untuk kedepan direncanakan akan dilengkapi dengan taman dan fasilitas penunjang lainnya.

BACA JUGA: MenPAN RB: Tugas Pemerintah Beri Kemudahan Pelayanan
BACA JUGA: Kompol Joice Wowor: Masih Ada Pungli di Tomohon
BACA JUGA: Kasus-kasus Pungli di Tomohon Belum ke Pengadilan

Inovasi baru dalam pelayanan satu atap ini merupakan solusi yang memudahkan masyarakat dalam mengurus berbagai administrasi  perijinan dan non perijinan.

“Jadi masyarakat Kota Tomohon tentu tidak  sulit lagi untuk pengurusan administrasi karena tempat pengurusan sudah satu atap,” paparnya.

 

VERONICA DSK

0 Reviews

Write a Review

Read Previous

Nyaris Bentrok, Lima Pemuda Matani II Diamankan

Read Next

Herry: BPK Jangan Seenaknya Memberikan WTP

Leave a Reply