Fiskal Kabupaten/Kota di Sulut Rendah

Steven OE Kandouw, Wakil Gubernur Provinsi Sulut.

“Tidak adanya koordinasi yang dilakukan pemerintah kabupaten dengan pemerintah provinsi dan pemerintah pusat dapat berujung sanksi seperti kejadian di Kabupaten Kepulauan Talaud”

Steven OE Kandouw, Wakil Gubernur Provinsi Sulut

MANADO, publikreport.com – Wakil Gubernur Provinsi Sulawesi Utara (Sulut), Steven OE Kandouw menjelaskan, rendahnya fiskal kabupaten dan kota membuat pemerintah kabupaten dan kota tidak mampu membiayai pembangunan daerahnya sendiri. Padahal dengan ruang fiskal yang lebih leluasa membuat pemerintah sanggup melaksanakan program pembangunan di segala bidang.

“Kabupaten dan kota di Sulut sebagian termasuk daerah fiskal rendah. Artinya tidak bisa membiayai daerahnya sendiri. Kecuali provinsi, karena PAD (Pendapatan Asli Daerah) lebih dari satu triliun rupiah. Karena itu kabupaten dan kota harus selalu berkoordinasi,” tegas Steven pada Rapat Koordinasi dan Konsultasi Antara Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Dinperindag) Provinsi Sulut dengan Dinperindag Kabupaten/Kota se-Sulut, Kamis 15 Februari 2018.

Koordinasi, Steven mengingatkan bagian yang sangat penting. Alasannya, tanpa koordinasi pembangunan di daerah tidak akan berjalan baik.

“Jangan diabaikan,” ujarnya.

Tidak adanya koordinasi, Steven melanjutkan, yang dilakukan pemerintah kabupaten dengan pemerintah provinsi dan pemerintah pusat dapat berujung sanksi seperti kejadian di Kabupaten Kepulauan Talaud.

“Kasus di Talaud jadi role model nasional. Itu terjadi karena tidak adanya koordinasi. Padahal undang-undang yang memerintahkan koordinasi itu wajib dilakukan,” pesannya.

BACA JUGA: Olly Minta Program Pembangunan Kabupaten/Kota Sejalan Dengan Provinsi

Pesatnya pertumbuhan pariwisata Sulut yang dikunjungi ratusan ribu wisatawan asing, Steven mengingatkan, tentang peranan Dinperindag. Karena wisatawan yang datang selalu mencari dan membeli kerajinan tangan dan makanan ringan untuk dibawa sebagai buah tangan ke tempat asalnya. Hal ini merupakan kesempatan yang harus dimanfaatkan optimal.

BACA JUGA: Dinpar: Tourism Information Center Pernah Ada, tapi Tidak Difungsikan

“Pariwisata Sulut sedang booming. Industri rumah tangga yang memproduksi makanan dan cindera mata kelabakan memenuhi banyaknya permintaan. Kebutuhan ini harus dipenuhi,” jelasnya.

 

VERONICA DSK

0 Reviews

Write a Review

Read Previous

Masyarakat Diimbau Manfaatkan Lahan Tidur dan Pekarangan Rumah

Read Next

Perdagangan Anjing Akan Dikurangi

Leave a Reply