GSSJ Ratulangie

Gerungan Saul Samuel Jacob RatuLangie.

Gerungan Saul Samuel Jacob RatuLangie.

INGIN ARTIKEL DIBACAKAN: https://publikreport.com

Nama       : Dr. Gerungan Saul Samuel Jacob RatuLangie
TTL           : Tondano, 5 November 1890
TTM          : Jakarta, 30 Juni 1949

SAM Ratulangi atau yang biasa dijuluki “The Old Man” ini adalah cendikiawan besar Minahasa yang paling utama pada abad 20. Ia bukan sarjana ilmu pasti alam, tapi sebagai politikus yang mampu membaca situasi saat itu. Ia mendirikan dan menjadi redaktur majalah “Nationale Comentaren” 1938-1942 yang terkenal dan dengan tulisannya mempengaruhi golongan intelektual agar cinta tanah air. Ia merupakan orang Indonesia pertama yang meraih doktor dalam ilmu pasti dan alam.

Saat ia menjadi anggota Volksraad (Dewan Rakyat Hindia-Belanda) mewakili Minahasa, ia sering mengucapkan pidato yang mengecam politik pemerintah Hindia Belanda. Karena sikap non-koperatifnya, ia ditangkap pemerintah Hindia Belanda pada bulan Januari 1941.

Pada masa pendudukan, Jepang mendirikan sebuah badan bernama Pusat Tenaga Rakyat yang disingkat PUTERA. Badan ini sendiri dipimpin oleh kedua kawannya yaitu Ir. Soekarno dan Mohammad Hatta. Sebenarnya badan ini akan dipimpin oleh Dr. Sam Ratulangi namun ditolaknya dengan alasan ia bukan merupakan solusi untuk menjadi pimpinan dari badan yang akan menaungi suatu bangsa yang mayoritas beragama Islam serta kapasitasnya sebagai putera bangsa Minahasa yang notabene adalah bangsa yang dialergi oleh seluruh komponen masyarakat Indonesia lainnya.

Perlu diketahui bahwa Dr. Sam Ratulangi saat menjadi mahasiswa di Zurich Swiss, ia terpilih menjadi ketua Asosiasi Mahasiswa se-Asia, dimana sejumlah anggotanya kelak menjadi tokoh-tokoh nasional di negaranya masing-masing seperti Jawaharlal Nehru dari India, Presiden Queson dari Filipina, serta Perdana Menteri Jepang Tojo.

Sam Ratulangi memang dibujuk Jepang atas perintah Perdana Menteri yang bekas teman kuliahnya itu, namun ia menolak dengan meneluarkan argumen tersebut. Ia akhirnya dipercaya membentuk badan semacam PUTERA di pulau Sulawesi bernama Sumber Darah Rakyat disingkat SUDARA.

Aktivitas politiknya semakin hebat ketika menjelang dan sesudah kemerdekaan RI. Ia sempat duduk sebagai anggota Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia (PPKI) kemduian pada 18 Agustus 1945 ia diangkat menjadi Gubernur pertama Provinsi Sulawesi di Makassar.

Bersama stafnya, Om Sam ditangkap Belanda dan dibuang ke Serui dan Biak Papua pada 5 April 1946. Tapi, ternyata di tempat pembuangan ia melatih para kader Papua. Tahun 1947 ia mendirikan Partai Kemerdekaan Irian dan diketuai oleh Silas Papare. Selain itu ia mendirikan organisasi “Ibunda Irian”.

Pada Agustus 1948 Om Sam dibebaskan dan kembali Yogya. Namun pada bulan Desember 1948 ia dan para petinggi RI ditangkap pada saat Agresi Militer Belanda ke-2. Om Sam yang sedang sakit-sakitan meninggal dunia pada tanggal 30 Juni 1949 di Jakarta dengan status sebagai seorang tahanan musuh yaitu Belanda. STENLYADDY.BLOGSPOT.co.id

BACA JUGA: Riwayat Hidup Dr GSSJ. Ratu-Langie

 

0 Reviews

Write a Review

Read Previous

Akbar Tandjung Desak Setya Novanto Diganti

Read Next

Ketua MUI: Aliran Kepercayaan Bukan Agama

Leave a Reply