Ibadah Kenaikan Yesus Kristus dan Sholat Ied Idul Fitri, Diimbau Dilaksanakan di Rumah

Kesepakatan bersama para pimpinan umat Kristen di Sulut, yang ditandatangani, Selasa 19 Mei 2020, tentang imbauan ibadah Kenaikan Yesus Kristus, 21 Mei 2020, di rumah.

Kesepakatan bersama para pimpinan umat Kristen di Sulut, yang ditandatangani, Selasa 19 Mei 2020, tentang imbauan ibadah Kenaikan Yesus Kristus, 21 Mei 2020, di rumah.

INGIN ARTIKEL DIBACAKAN:

Imbauan ini disepakati para pimpinan umat Kristen dan tokoh umat Islam pada pertemuan, Selasa 19 Mei 2020 di Manado.

MANADO, publikreport.com – Pimpinan umat Kristiani mengimbau agar Ibadah Kenaikan Yesus Kristus, Kamis 21 Mei 2020, dilaksanakan di rumah. Imbauan ini tertuang dalam kesepakatan bersama yang ditandatangani, Selasa 19 Mei 2020, oleh Ketua Badan Pekerja Majelis Sinode (BPMS) Gereja Masehi Injili di Minahasa (GMIM) Pendeta Hein Arina, Uskup Manado Mgr Benedictus R Untu MSC, Gembala Gereja Pantekosta di Indonesia (GpdI), Pendeta Yvonne Awuy Lantu, Pucuk Pimpinan Kerapatan Gereja Protestan Minahasa (KGPM), Pendeta Fetrisia Aling dan Ketua Forum Komunikasi Umat Beragama (FKUB) Sulawesi Utara (Sulut), Pendeta Lucky Rumopa.

BACA JUGA: WHO Ingatkan Pandemi Covid-19 Masih Jauh dari Selesai

Kesepakatan bersama para tokoh umat Islam di Sulut dalam menghadapi Idul Fitri 1441 H, yang ditandatangani, Selasa 19 Mei 2020.
Kesepakatan bersama para tokoh umat Islam di Sulut dalam menghadapi Idul Fitri 1441 H, yang ditandatangani, Selasa 19 Mei 2020.

Di hari yang sama pula, para tokoh Muslim juga mengimbau agar umat agar melaksanakan Sholat Ied di rumah. Sejumlah kesepakatan dalam menghadapi Idul Fitri 1441 H, diambil dalam Rapat Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Sulut dan dihadiri Gubernur dan Wakil Gubernur Provinsi Sulut, Olly Dondokambey dan Steven OE Kandouw, Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Kementerian Agama (Kemenag) Sulut, H Abdul Rasyid, Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sulut, KH Abdul Wahab A Gafur LC, Ketua Pengurus Wilayah (PW) Muhammadiyah Sulut, Nasruddin Yusuf, Ketua PW Nahdatul Ulama (NU) Sulut, H Ulyas Taha, Ketua Wilayah Syarikat Islam (SI) Sulut, Macmud Turuis, Ketua PW Dewan Masjid Indonesia Sulut, Wahyudi Karaeng, Ketua Baznas Sulut, Abid Takalamingan, Ketua PHBI Sulut, Syahrul Poli, PW Mathla’ul, Anwar Awaluddin Pangkey serta tokoh umat Muslim yang juga anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sulut, Amir Liputo.

Imbauan yang tertuang dalam kesepakatan ini diambil menyusul mewabahnya Covid-19.

BACA JUGA: WHO: Kemungkinan Virus Corona Tak Akan Hilang

Kesepatakan pimpinan umat Kristiani, yakni:

  1. Bahwa dalam rangka memutus mata rantai penyebaran Covid-19 di Sulawesi Utara, maka dihimbau kepada seluruh umat Kristiani di Sulawesi Utara dalam memperingati kenaikan Yesus Kristus di tahun 2020 ini tidak melaksanakan Ibadah di rumah ibadah, namun dilaksanakan di rumah masing-masing;
  2. Seluruh denominasi gereja yang ada di Sulawesi Utara diharapkan mengatur proses kegiatan peribadatan sebaik mungkin, agar umat Kristiani dapat melaksanakan ibadah dari tempat masing-masing dengan baik, serta dianjurkan memanfaatkan kemajuan teknologi yang ada;
  3. Mengimbau kepada seluruh umat Kristiani di Sulawesi Utara agar senantiasa mengikuti berbagai anjuran yang diberikan pemerintah, serta senantiasa membawa dalam doa pergumulan yang dihadapi bangsa dan dunia saat ini.

Adapun kesepakatan para tokoh umat Muslim, sebagai berikut:

  1. Mengimbau kepada seluruh komponen umat Islam Sulawesi Utara bahwa tidak melaksanakan takbiran secara berkelompok (konvoi), tapi melaksanakan secara terbatas di masjid-masjid masing-masing serta di rumah masing-masing.
  2. Sholat Idul Fitri adalah perkara sunnah (boleh dikerjakan dan boleh ditinggalkan). Karenanya dalam kondisi saat ini apabila ingin melaksanakan sholat Idul Fitri, maka dihimbau untuk melaksanakannya di rumah masing-masing baik secara berjamaah (bersama keluarga) ataupun secara munfarid (sendiri-sendiri).
  3. Mengajak kepada seluruh Umat Islam ba’da (selesai) Ramadhan agar tetap membatasi kegiatan mengumpulkan orang dalam jumlah banyak termasuk dalam kegiatan silaturahim dan kegiatan halal bi halal.
  4. Seluruh kegiatan-kegiatan diatas jika dilaksanakan tetap memperhatikan Protokol Covid-19 (menjaga kebersihan, jaga jarak, menggunakan masker, mencuci tangan dengan air sabun). VERONICA DSK

BACA JUGA: [Audio] 126 Orang Positif Covid-19 di Sulut, Ini Penjelasan Gugus Tugas

 

0 Reviews

Write a Review

Read Previous

Kejari Minut Berbagi Sedekah

Read Next

Dengan Aplikasi Michat, Perempuan Ini Melakukan Praktek Prostitusi

Leave a Reply