PUBLIKREPORT.com

Ini Panduan Penyelenggaraan Ibadah/Perayaan Natal di Masa Pandemi Covid-19

INGIN ARTIKEL DIBACAKAN:

Meski daerah tersebut berstatus zona kuning, namun bila di lingkungan rumah ibadah tersebut terdapat kasus penularan Covid-19, maka rumah ibadah dimaksud tidak dibenarkan menyelenggarakan ibadah berjemaah/kolektif”

Fachrul Razi, Menag.

JAKARTA, publikreport.com – Surat Edaran Menteri Agama (Menag) Nomor: SE. 23 Tahun 2020, berisi panduan penyelenggaraan kegiatan ibadah dan perayaan Natal di masa pandemi Covid-19 (Coronavirus Disease 2019). Surat edaran ini ditandangani Menag, Fachrul Razi pada 30 November 2020.

Berikut panduan penyelenggaran kegiatan ibadah dan perayaan Natal di masa pandemi Covid-19:

  1. Ibadah dan perayaan Natal hendaknya dilaksanakan secara sederhana dan tidak berlebih-lebihan, serta lebih menekankan persekutuan di tengah-tengah keluarga;
  2. Ibadah dan perayaan Natal selain diselenggarakan secara berjemaah/kolektif di rumah ibadah, juga disiarkan secara daring dengan tata ibadah yang telah disiapkan oleh para pengurus dan pengelola rumah ibadah;
  3. Jumlah umat yang dapat mengikuti kegiatan ibadah dan perayaan Natal secara berjemaah/kolektif tidak melebihi 50 persen dari kapasitas rumah ibadah;
  4. Kewajiban pengurus dan pengelola rumah ibadah:
  • Menyiapkan petugas untuk melakukan dan mengawasi penerapan protokol kesehatan di area rumah ibadah;
  • Melakukan pembersihan dan disinfeksi secara berkala di area rumah ibadah;
  • Membatasi pintu/jalur keluar masuk rumah ibadah guna memudahkan penerapan dan pengawasan protokol kesehatan;
  • Menyediakan fasilitas cuci tangan/sabun/hand sanitizer di pintu masuk dan pintu keluar rumah ibadah;
  • Menyediakan alat pengecekan suhu di pintu masuk bagi seluruh pengguna rumah ibadah. Jika ditemukan pengguna rumah ibadah dengan suhu >37,5″C (2 kali pemeriksaan dengan jarak 5 menit), tidak diperkenankan memasuki rumah ibadah;
  • Menerapkan pembatasan jarak dengan memberikan tanda khusus di lantai/kursi, minimal jarak 1 meter;
  • Melakukan pengaturan jumlah jemaat/umat/pengguna rumah ibadah yang berkumpul dalam waktu bersamaan, untuk memudahkan pembatasan jaga jarak;
  • Mempersingkat waktu pelaksanaan ibadah tanpa mengurangi penghayatan akan nilai-nilai Natal;
  • Memasang imbauan penerapan protokol kesehatan di area rumah ibadah pada tempat-tempat yang mudah terlihat;
  • Memberlakukan penerapan protokol kesehatan secara khusus bagi jemaat/umat tamu yang datang dari luar kota (dapat memperlihatkan hasil test PCR atau Rapid Test yang masih berlaku).

5. Kewajiban umat yang akan mengikuti kegiatan ibadah dan perayaan Natal secara berjemaah/kolektif:

a. Jemaat/umat dalam kondisi sehat;

b. Menggunakan masker/masker wajah sejak keluar rumah dan selama berada di area rumah ibadah;

c. Menjaga kebersihan tangan dengan sering mencuci tangan menggunakan sabun atau hand sanitizer;

d. Menghindari kontak fisik, seperti bersalaman atau berpelukan;

e. Menjaga jarak antar jemaat/umat minimal 1 (satu) meter;

f. Menghindari berdiam lama di rumah ibadah atau berkumpul di area rumah ibadah, selain untuk kepentingan ibadah yang wajib;

g. Bagi anak-anak dan jemaat/umat lanjut usia yang rentan tertular penyakit serta orang dengan sakit bawaan yang berisiko tinggi terhadap COVID-19 agar mengikuti ibadah secara daring di rumah masing-masing dengan tata ibadah yang telah disiapkan oleh para pengurus dan pengelola rumah sakit;

h. Ikut peduli terhadap penerapan pelaksanaan protokol kesehatan di rumah ibadah sesuai dengan ketentuan.

BACA JUGA: 

Panduan ini untuk dipedomani oleh seluruh umat Kristiani dalam menjalankan kegiatan ibadah dan perayaan Natal di rumah ibadah masing-masing pada masa pandemi Covid-19. Hal-hal yang belum diatur dalam panduan ini dapat diatur secara khusus melalui imbauan para pimpinan gereja aras nasional dan pimpinan gereja Katolik Indonesia,” kata Fachrul Razi, Senin 01 Desember 2020.

Kesehatan dan keselamatan seluruh Warga Negara Indonesia (WNI), menurut Fachrul, merupakan prioritas utama yang wajib dipertimbangkan dalam menetapkan kebijakan penyelenggaraan kegiatan ibadah dan perayaan Natal di masa pandemi ini.

Penerapan panduan ini diharapkan dapat meminimalisir risiko akibat terjadinya kerumunan tanpa mengesampingkan aspek spiritualitas umat dalam melaksanakan ibadah dan perayaan Natal.

Surat edaran diterbitkan sebagai panduan umat Kristiani yang akan menyelenggarakan ibadah dan perayaan Natal di rumah ibadah masing-masing dengan tetap menaati protokol kesehatan, terutama dalam rangka pencegahan persebaran Covid-19 dan perlindungan masyarakat dari risiko ancaman dampaknya. Rumah ibadah harus menjadi contoh terbaik dalam upaya pencegahan penyebaran Covid-19,” imbau Fachrul.

Pelaksanaan kegiatan keagamaan inti dan perayaan Natal di rumah ibadah, Fachrul mengatakan, berdasarkan situasi riil terhadap pandemi Covid-19 di lingkungan rumah ibadah tersebut, bukan hanya berdasarkan status zona yang berlaku di daerah.

Meski daerah tersebut berstatus zona kuning, namun bila di lingkungan rumah ibadah tersebut terdapat kasus penularan Covid-19, maka rumah ibadah dimaksud tidak dibenarkan menyelenggarakan ibadah berjemaah/kolektif,” tegasnya.

  • CSWL Mengaku Akan Rangkul Semua Masyarakat
    INGIN BERITA DIBACAKAN: https://publikreport.com TOMOHON, publikreport.com – CSWL (Caroll JA Senduk dan Wenny Lumentut), pasangan calon terpilih pada Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak 09 Desember 2020, lalu, menyatakan pihaknya akan fokus merangkul semua komponen masyarakat untuk bersama-sama membangun Kota Tomohon. Kini CSWL tinggal menunggu waktu pelantikan sebagai Walikota dan Wakil Walikota Tomohon Masa Bakti 2021-2024….
  • Sejumlah Pejabat Mulai Dekati CSWL
    INGIN BERITA DIBACAKAN: https://publikreport.com TOMOHON, publikreport.com – Sejumlah oknum pejabat Pemerintah Kota (Pemkot) Tomohon disinyalir ramai-ramai mulai melakukan pendekatan kepada CSWL (Caroll JA Senduk dan Wenny Lumentut), Walikota dan Wakil Walikota Tomohon terpilih pada Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak 09 Desember 2020, lalu. Padahal diduga sebagian besar oknum pejabat itu pada Pilkada 2020 mendukung calon…
  • Mereka Mulai Menyusun ‘Kabinet’ CSWL
    INGIN BERITA DIBACAKAN: https://publikreport.com TOMOHON, publikreport.com – Kemenangan CSWL (Caroll JA Senduk dan Wenny Lumentut) pada Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak 09 Desember 2020, lalu, membawa dinamika tersendiri di masyarakat Kota Tomohon. Sebagian besar masyarakat, apalagi yang menjadi tim sukses/tim pemenangan CSWL ketika Pilkada menginginkan adanya reformasi personil perangkat pemerintahan. BACA: Sejumlah Pejabat Mulai Dekati…
  • Terungkap di Musrenbang, Banyak Usulan Dicoret Pihak Pemerintah
    INGIN BERITA DIBACAKAN: https://publikreport.com TOMOHON, publikreport.com – Sejumlah perwakilan masyarakat Kecamatan Tomohon Utara, Kota Tomohon, Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) melampiaskan kekecewaan mereka terhadap Pemerintah Kota (Pemkot) Tomohon yang dianggap seenaknya mencoret usulan-usulan masyarakat dalam Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang). Hal ini terungkap pada forum Musrenbang Kelurahan yang dilaksanakan Jumat 22 Januari 2021 di Balai Pertemuan Umum…
  • KPU Tetapkan Gubernur/Wagub Sulut Terpilih
    INGIN BERITA DIBACAKAN: https://publikreport.com MANADO, publikreport.com – Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Sulawesi Utara (Sulut), Ardiles MR Mewoh, melalui surat nomor: 37/PL.02.7-Pu/71/Prov/I/202, mengumumkan penetapan pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur (Wagub) Provinsi Sulut terpilih pada Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2020. Pengumuman ini berdasarkan Berita Acara Nomor: 10/PL.02.7-BA/71/Prov/I/2021 tentang rapat pleno terbuka penetapan pasangan calon…

0 Reviews

Write a Review

Read Previous

Bahasa Tombulu dan Toulour Jadi Bagian Kampanye Pencegahan Covid-19

Read Next

Rp24,49 Triliun DIPA dan TKDD Diserahkan