Jurus Gaet Investor: Tawarkan Insentif

Presiden Jokowi menerima laporan dari Seskab Pramono Anung sebelum memimpin rapat terbatas, di Kantor Presiden, Jakarta, Selasa 20 Februari 2018 siang. (Foto: JAY/Humas Setkab)

JAKARTA, publikreport.com – Presiden RI, Joko Widodo (Jokowi) mengatakan, dalam upaya menarik investor untuk berinvestasi pemerintah negara lain telah berlomba-lomba menawarkan insentif untuk meningkatkan daya tarik bagi investor untuk masuk ke negara mereka. Negara-negara seperti India, Pakistan, Bangladesh, dan Sri Lanka, yang baru saja dikunjunginya pun, menurut Presiden, juga melakukan hal yang sama, menawarkan beragam insentif untuk menarik minat investor menanamkan investasi ke negara-negara mereka.

“Sangat progresif, sangat atraktif, terutama dalam mempromosikan berbagai kemudahan-kemudahan berinvestasi di negara mereka. Menawarkan skema-skema insentif yang sangat menggiurkan yang diberikan kepada investor,” kata Jokowi saat memberikan arahan pada Rapat Terbatas (Ratas) tentang Insentif Investasi, yang digelar di Kantor Presiden, Jakarta, Selasa 20 Februari 2018 siang.

BACA JUGA: Tentang Wisata, Olly: Kita Butuh Investor

Artinya, Jokowi menjelaskan, jika tidak melakukan perbaikan-perbaikan, tidak melakukan inovasi-inovasi dalam pelayanan perizinan, tidak memangkas regulasi-regulasi yang menghambat, maka akan semakin ditinggal. Diakui Jokowi, beberapa kementerian sudah memangkas regulasi-regulasi, memangkas aturan-aturan yang menghambat.

“Teruskan dan lanjutkan sampai ke provinsi, kabupaten dan kota,” ujarnya.

Jokowi juga meminta agar dikalkulasi insentif-insentif apa yang bisa diberikan, yang bisa ditawarkan kepada investor. Baik investor di dalam negeri, maupun investor luar, misalnya terkait dengan pemberian tax holiday, tax allowance yang lebih menarik bagi investasi.

“Saya minta segera ini dilakukan, dikalkulasi bersama-sama Menteri Keuangan dan seluruh kementerian yang terkait, oleh Menko. Karena laporan yang saya terima sebetulnya skema insentif untuk tax holiday, tax allowance ini sudah ada tapi pemanfaatannya masih sangat rendah. Oleh sebab itu, perlu dievaluasi,” tegasnya.

BACA JUGA: Investor Masih Keluhkan Regulasi, Jokowi Minta Pemda Lakukan Ini

Untuk insentif-insentif investasi lainnya yang telah diluncurkan sebelumnya dalam paket-paket kebijakan, Jokowi meminta untuk dikawal khusus eksekusinya di lapangan. Karena ini bisa menjadi bagian dari langkah-langkah perbaikan dalam kemudahan berusaha.

Jokowi mengaku telah mendapatkan laporan dari Menko Perekonomian, Darmin Nasution mengenai telah selesainya single submission (perizinan dalan satu kesatuan) pada Maret mendatang.

“Saya kira ini akan mempercepat proses-proses perizinan berusaha yang ada di negara kita Indonesia,” katanya.

 

DORANG

0 Reviews

Write a Review

Read Previous

Stadion Dirusak Penonton, Menteri PUPR Menangis

Read Next

Meiki Ditikam Orang Tak Dikenal

Leave a Reply