Karangetang Erupsi, Jumlah Pengungsi Bertambah

Gunung Karangetang. (foto: atwil/antara)

Aliran lava sampai ke laut

SITARO, publikreport.com – Bupati Kabupaten Kepulauan Sitaro (Siau, Tagulandang, Biaro), Evangline Sasingen, mengatakan, jumlah pengungsi akibat erupsi Gunung Karangetang, bertambah menjadi 132 jiwa dan akan dipindahkan ke shelter di Desa Paseng, Kecamatan Siau Barat. Pemindahan para pengungsi kini karena kondisi yang makin memburuk.

“Kami sudah instruksikan agar pengungsi dipindahkan dari Batubulan ke Desa Paseng. Jumlah pengungsi ini bertambah,” kata Evangline di Ondong, Siau.

Akibat guguran lava, Evangline mengungkapkan, jalur darat kembali tertutup. Saat ini upaya membuka jalur Desa Batubulan dan Desa Nameng sedang diupayakan.

“Kapan bisa ditembus belum bisa dipastikan, karena medannya sulit dan guguran lava dari kawah utama, masih terus terjadi sehingga kondisi menjadi sulit. Berharap secepatnya bisa ditembus,”  jelasnya.

Distribusi bantuan kepada korban bencana erupsi Karangetang, diakui Evangline juga terkendala cuaca buruk dan jalan yang tertutup lava.

“Kapal yang membawa bantuan susah mendekati dermaga. Tetapi sejak awal bantuan sudah didistribusikan kepada para korban oleh BPBD dan Dinas Sosial meski terkendala cuaca,” katanya.

Aliran lava sampai ke laut

Pos Pengamatan Gunung (PPG) Berapi Karangetang, Didi Wahyudi mengatakan, dari pengamatan visual aliran lava sudah mendekati jalan raya.

“”Secara visual, aliran lava sudah mendeakati jalan raya sekitar 2.500 meter dari kawah, dan kini sudah mencapai 3.500 meter sampai ke laut,” ujarnya.

Hingga Kamis 07 Februari 2019 pagi, menurut Didi, guguran lava dari gunung itu terus mengalir di Batubulan, Kecamatan Siau Utara.

“Aktivitas lava masih terjadi. Guguran lava terbaca dari seismograf di PPG,” tuturnya.

Status Gunung Karangetang, Didi mengatakan, masih di level Siaga.

“Belum ada perubahan. Kami terus melakukan pengamatan,” terangnya.

BACA JUGA: Peningkatan Aktivitas Gunung Karangetang Sejak 23 November 2018

Wilayah yang terdampak abu vulkanik Gunung Karangetang, Didi mengatakan, tergantung arah angin. Jika angin dari utara, abu akan kea rah Kiawang, Niambangeng dan Beba di Siau Barat. Namun hingga Kamis 07 Februari 2019, pagi, terpantau hanya semburan asap putih tebal dari kawah utama dengan ketinggian sekitar 150 meter, dan dua kali letusah, sehingga Malebuhe dan Batuare masih tertimbun lava.

“Warga agar jangan mendekati area tersebut sebab sangat berbahaya maka harus menjauh sampai situasi benar-benar dinyatakan aman oleh PPG,” imbaunya.

Diketahui, Gunung Api Karangetang erupsi sejak Sabtu 02 Februari 2019 pagi. Erupsi ini menyebabkan lima desa terdampak, dimana satu desa yakni Batubulan menjadi sasaran aliran lava dan empat lainnya yakni Kawahang, Kiawang, Niambangeng dan Hiung.

 

ANTARANEWS.com

0 Reviews

Write a Review

Read Previous

80 Persen BUMDes di Minut Mati Suri

Read Next

Unjuk Rasa di KPU, Massa Makin Beringas

Leave a Reply