Kasus Perdagangan Orang di Minsel Dibongkar

Kasat Reskrim Polres Minsel, AKP Rio Gumara bersama Kasubbag Humas Polres, Iptu Robby Tangkere dan Kapolsek Amurang, Iptu Wensy Saerang pada konferensi pers tentang pengungkapan kasus perdagangan orang, Rabu 07 Oktober 2020 di Mapolsek Amurang.

Kasat Reskrim Polres Minsel, AKP Rio Gumara bersama Kasubbag Humas Polres, Iptu Robby Tangkere dan Kapolsek Amurang, Iptu Wensy Saerang pada konferensi pers tentang pengungkapan kasus perdagangan orang, Rabu 07 Oktober 2020 di Mapolsek Amurang.

INGIN ARTIKEL DIBACAKAN: Klik:

“Tersangka RT berperan sebagai penjual wanita-wanita yang dijadikan PSK (Pekerja Seks Komersil) kepada para pelanggan, yang dipasarkan melalui sebuah aplikasi online. Sementara tersangka RS berperan sebagai driver pengangkut para wanita-wanita yang dijadikan PSK, juga berperan sebagai perekrut perempuan yang akan dijadikan PSK. Sementara tersangka VB, mengeksekusi proses transaksi di lokasi yang telah ditentukan. Ketiga tersangka ini saling berkoordinasi dalam satu sindikat prostitusi online”

Iptu Wensy Saerang, Kapolsek Amurang.

MINSEL, publikreport.com – Kasus perdagangan orang atau trafficking di Kabupaten Minahasa Selatan (Minsel) terbongkar. Terbongkarnya kasus tersebut berawal ketika Polsek Amurang menangkap salah seorang di salah satu penginapan yang ada di Amurang.

“Kasus trafficking dengan menggunakan aplikasi online media sosial, menawarkan, menyediakan perempuan dibawah umur untuk kegiatan prostitusi. TKP (Tempat Kejadian Perkara)-nya yakni di salah satu penginapan di Amurang. Awalnya telah diamankan seorang tersangka berinisial VB alias Vicky (24), kemudian dilakukan pengembangan dan diamankan lagi dua tersangka lainnya berinisial RT alias Riki (23) dan tersangka RS alias Rizal (26). Ketiganya warga Desa Ranoketang Tua, Kecamatan Amurang, Kabupaten Minsel,” ungkap Kepala Sub Bagian (Kasubbag) Hubungan Masyarakat (Humas) Polres Minsel, Inspektur Satu (Iptu) Robby Tangkere pada konferensi pers tentang pengungkapan kasus perdagangan orang, Rabu 07 Oktober 2020 di Kepolisian Sektor (Polsek) Amurang.

Kepala Kepolisian Sektor (Kapolsek) Amurang, Iptu Wensy Saerang menjelaskan, dari hasil pemeriksaan, diketahui para tersangka yang diamankan itu memiliki peran masing-masing dalam kegiatan prostitusi online.

“Tersangka RT berperan sebagai penjual wanita-wanita yang dijadikan PSK (Pekerja Seks Komersil) kepada para pelanggan, yang dipasarkan melalui sebuah aplikasi online. Sementara tersangka RS berperan sebagai driver pengangkut para wanita-wanita yang dijadikan PSK, juga berperan sebagai perekrut perempuan yang akan dijadikan PSK. Sementara tersangka VB, mengeksekusi proses transaksi di lokasi yang telah ditentukan. Ketiga tersangka ini saling berkoordinasi dalam satu sindikat prostitusi online,” jelasnya.

Kepala Satuan (Kasat) Reserse Kriminal (Reskrim) Polres Minsel, Ajun Komisaris Polisi (AKP) Rio Gumara mengatakan, jajarannya masih terus melakukan upaya penyelidikan lanjutan terkait kemungkinan adanya tersangka lainnya.

“Kami masih terus melakukan upaya penyelidikan untuk mendalami kasus trafficking ini. Kemungkinan bertambahnya jumlah tersangka,” ujarnya.

Para tersangka, Rio menambahkan, dijerat dengan Pasal 1, 2 dan 10 Undang-Undang (UU) Nomor: 21 tahun 2007 tentang Tindak Pidana Perdagangan Orang, dengan ancaman hukuman maksimal 15 tahun dan denda Rp600 juta.

0 Reviews

Write a Review

Read Previous

Penanganan Covid-19 di Sulut Menurut Doni

Read Next

Pesan Kepada Bupati/Walikota di Sulut