Kecerdasan Buatan Bikin Pola Kerja Berubah? Simak Hasil Riset Ini

Ilustrasi. Kecerdasan buatan. (Foto: Clearbridge Mobile)

Berdasarkan hasil riset dan survei terhadap sejumlah CEO diketahui bahwa kecerdasan buatan (artificial intelligence, AI) dapat menjadi inovasi terbaru yang dapat mengubah cara operasional sebuah perusahaan. Kecerdasan buatan akan berpengaruh pada jam kerja yang lebih fleksibel dan tipe pekerjaan yang tidak terlalu formal.

“Ketidakstabilan keadaan ekonomi global memberikan tantangan untuk memprediksi masa depan, termasuk bisnis yang berasal dari artificial inteligence telah mempengaruhi pemimpin bisnis secara signifikan,” kata Frank Rexach, Managing Director, Enterprise Strategy & Innovation, JLL Asia Pasifik, seperti dalam siaran pers yang diterima Tempo, Kamis, 30 November 2017.

Dengan adanya tren teknologi yang terus berkembang Rexach melihat bisnis real estate tradisional telah berubah. Salah satunya adalah berkembangnya co-working space, yaitu tempat kerja yang dapat digunakan orang-orang dengan berbagai latar belakang.

Seiring perkembangan zaman, untuk mendukung fleksibelitas orang-orang selama berkerja, diprediksi penggunaan ruang kantor akan berkurang. Karena itu, Rexach dantim telah berkerjasama dengan investor untuk membangun ruang kerja yang fleksibel sehingga dapat mengubah fungsi tempat kerja menjadi lebih humanis daripada gedung yang indah tapi tidak berfungsi.

Penggunaan kecerdasan buatan dalam bekerja tidak dapat dihindari. Lebih dari 40 persen CEO menginginkan kecerdasan buatan tersebut dapat terjadi lebih cepat. Sekitar 60 persen CEO lebih peduli untuk berkompromi terhadap dampak dari perkembangan teknologi tersebut. Namun, jika berkaitan dengan perusahaan mereka sendiri, sebanyak 81,1 persen CEO menyatakan dengan adanya kecerdasana buatan perusahaannya akan dapat berkerja lebih optimal dan efisien.

 

HARMANI | AMB | TEMPO.co

0 Reviews

Write a Review

Read Previous

Kecerdasan Buatan Mulai Ancam Manusia, Apa Benar?

Read Next

Jadi Orang Terkaya Lagi, Berapa Harta Bos Djarum Kini?

Leave a Reply