KEK Likupang Diproyeksikan Menarik Investasi Rp5 Triliun

Deputi Bidang Pelayanan Publik Kementerian PANRB, Diah Natalisa (kedua dari kanan) di KEK Likupang, Kabupaten Minut, Provinsi Sulut, Rabu 23 September 2020.

Deputi Bidang Pelayanan Publik Kementerian PANRB, Diah Natalisa (kedua dari kanan) di KEK Likupang, Kabupaten Minut, Provinsi Sulut, Rabu 23 September 2020.

INGIN ARTIKEL DIBACAKAN: https://publikreport.com

… keunggulan geo-strategis wilayah yang dimiliki Likupang Timur yaitu sektor pariwisata dengan tema resor (resort) dan wisata budaya (cultural tourism). Tema tersebut didukung oleh kawasan sekitar yang memiliki pantai dan dekat dengan Wallace Conservation Center. Konsep Kawasan Ekonomi Khusus Likupang akan mengembangkan resor kelas premium dan kelas menengah (mid-range resort), budaya (cultural), dan pengembangan WaIIace Conservation.

MINUT, publikreport.com – Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Likupang, Kabupaten Minahasa Utara (Minut), Provinsi Sulawesi Utara (Sulut), merupakan salah satu dari lima destinasi super prioritas yang ditetapkan pemerintah, Candi Borobudur, Danau Toba, Mandalika dan Labuan Bajo. KEK Likupang, dengan luas area 197,4 hektare, memiliki keunggulan geo ekonomi yang berdekatan dengan Bandara (Bandar Udara) Sam Ratulangi, Manado dan Pelabuhan Samudera Bitung. Adanya KEK Likupang diharapkan bisa memberikan efek pertumbuhan ekonomi bagi masyarakat sekitar.

KEK Likupang, menurut Deputi Bidang Pelayanan Publik Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB), Diah Natalisa, diproyeksikan menarik investasi sebesar Rp5 triliun dan diproyeksikan dapat menyerap 65.300 tenaga kerja hingga tahun 2040. Pengembangan KEK Likupang juga diharapkan bisa menjadi momen bangkitnya ekonomi nasional.

“Unit kerja kami siap membantu Pemerintah (Pemkab) Kabupaten Minut dari segi sarana serta sistem pelayanan publik. Salah satu cara yang bisa dilakukan untuk perbaikan layanan publik adalah pembangunan Mal Pelayanan Publik (MPP) di Minahasa Utara,” kata Diah saat tinjauan ke KEK Likupang, Rabu 23 September 2020.

Kementerian PANRB, Diah mengatakan, juga fokus mendukung Pemerintah Kabupaten Minut dalam pengembangan KEK Likupang, salah satunya memberi arahan dalam penyusunan roadmap yang detil.

“Ini sama dengan KEK yang lain. Tentu harapan kami roadmap akan menjadi lebih detail ketika pembangunan sudah dimulai dan memberikan kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.

BACA JUGA:

Diketahui, keunggulan geo-strategis wilayah yang dimiliki Likupang Timur yaitu sektor pariwisata dengan tema resor (resort) dan wisata budaya (cultural tourism). Tema tersebut didukung oleh kawasan sekitar yang memiliki pantai dan dekat dengan Wallace Conservation Center. Konsep Kawasan Ekonomi Khusus Likupang akan mengembangkan resor kelas premium dan kelas menengah (mid-range resort), budaya (cultural), dan pengembangan WaIIace Conservation.

Kawasan ini juga akan menciptakan danau buatan seluas 70 hektare. Targetnya, akan ada 126.000 pengunjung per harinya. Tahun lalu, kunjungan turis mancanegara hampir mencapai 100.000. Sekitar 60 persennya berasal dari negara Cina. Sementara turis lokal mencapai 400.000 pengunjung di tahun 2019.

BACA JUGA:

Asisten Bidang Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Daerah Kabupaten (Setdakab) Minahasa Utara, Allan Mingkid menjelaskan, hanya 30 persen kawasan akan dijadikan bangunan.

“Seluas 30 persen bangunan, sisanya akan menjadi zona hijau atau Wallace Conservation untuk flora dan fauna khas Indonesia,” jelasnya.

0 Reviews

Write a Review

Read Previous

Sulut dan Sultra Didorong Tindaklanjuti Pengaduan Layanan Masyarakat

Read Next

Pilkada. Nomor Urut Paslon Gubernur/Wagub Sulut