Kepala Dinas ESDM Sulut Dikarantina Gugus Tugas Covid-19 Sangihe

Fransiscus Maindoka, Kepala Dinas ESDM Provinsi Sulut.

Fransiscus Maindoka, Kepala Dinas ESDM Provinsi Sulut.

“Harusnya kalau ini protap jangan pilih-pilih, karena ada oknum TNI yang datang bersamaan dengan kami, tapi tidak dipermasalahkan Gugus Tugas”

SANGIHE, publikreport.com – Saat turun dari KM (Kapal Motor) Barcelona di dermaga Tahuna Jumat 29 Mei 2020, pagi, Kepala Dinas Energi Sumber Daya Mineral (DinESDM) Provinsi Sulawesi Utara (Sulut), Fransiscus Maindoka, langsung dikenakan Prosesur Tetap (Protap) Penanganan Covid-19 (Coronavirus Disease 2019) oleh Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Pemerintah Kabupaten Kepulauan Sangihe.

Pejabat tersebut bersama tiga stafnya kemudian oleh Gugus Tugas dikarantina di SKB Tahuna. Pemberlakuan karantina ini kemudian dipertanyakan pejabat tersebut.

“Saya keberatan ketika harus dikarantina oleh Gugus Tugas (Sangihe), karena saya memiliki prosedur sebagai perlaku perjalanan, mulai dari hasil rapid test dan surat keterangan lainya,” kata Fransiscus Maindoka ketika ditemui wartawan di tempat karantina.

Kedatangannya ke Kabupaten Kepulauan Sangihe, menurut Fransiscus, untuk melaksanakan tugas atas perintah pimpinannya.

“Saya kesini (Sangihe) bukan untuk istilahnya kaki gatal, tapi melaksanakan tugas kedinasan yang diperintahkan pimpinan. Saya kesini untuk meninjau pekerjaan di Kampung Talawid dan melihat aset-aset,” jelasnya.

Protap yang diberlakukan Gugus Tugas (Sangihe), Fransiscus menilai, masih tebang pilih. Karena, menurutnya disaat bersamaan ada oknum TNI (Tentara Nasional Indonesia), tetapi tidak dikarantina.

“Harusnya kalau ini protap jangan pilih-pilih, karena ada oknum TNI yang datang bersamaan dengan kami, tapi tidak dipermasalahkan Gugus Tugas,” ungkapnya.

Merespons keluhan dan tudingan Kepala DinESDM Provinsi Sulut ini, Juru Bicara (Jubir) Gugus Tugas Covid-19 Pemerintah Kabupaten Kepulauan Sangihe, Joppy Thungari menegaskan, apa yang dilakukan Gugus Tugas sudah sesuai protap.

“Penerapan karantina sudah sesuai dengan prosedur penanganan untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19. Walaupun yang bersangkutan membawa surat hasil rapid test yang menyatakan bersangkutan bebas corona, tapi karena mereka bukan penduduk Sangihe, jadi tetap wajib dikarantina,” tegasnya.

Terkait tugas kedinasan yang menjadi dalih, Fransiscus berkujung ke Sangihe, Joppy mengatakan, memang ada pengecualian sesuai dengan surat edaran Gugus Tugas Nasional, tetapi tugas kedinasan yang bersangkutan tidak masuk dalam pengecualian yang dimaksud.

“Sesuai dengan Surat Edaran Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Nomor 5 tentang kriteria pembatasan perjalanan orang dalam rangka percepatan penanganan corona, huruf E, tugas yang bersangkutan tidak masuk pengecualian. Tetapi tugas TNI masuk dalam kriteria pengecualian, jadi tidak benar kalau kami pilih-pilih dan sekali lagi tindakan kami sudah sesuai prosedur,” paparnya.

BACA JUGA: Ini Kriteria Orang yang Bisa Melakukan Perjalanan

 

VERRY BAWOLEH

0 Reviews

Write a Review

Read Previous

Covid-19 di Sulut Hingga Sabtu 30 Mei 2020

Read Next

Bahan Peledak Ditemukan di Tataaran

Leave a Reply