KPPS Sakit dan Meninggal Bakal Dapat Santunan

Menteri Keuangan (Menkeu) RI, Sri Mulyani menjawab wartawan usai mengikuti Sidang Kabinet Paripurna, di Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat (Jabar), Selasa 23 April 2019, siang.

KPU mengusulkan besaran santunan untuk anggota KPPS yang meninggal dunia Rp30-36 juta, sementara yang sakit hingga cacat maksimal Rp30 juta, dan untuk yang luka besaran santunan maksimal Rp16juta”

Arief Budiman, Ketua KPU.

JAKARTA, publikreport.com – Menteri Keuangan (Menkeu) RI, Sri Mulyani Indrawati mengaku usulan pemberian tunjangan bagi petugas KPPS (Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara) yang bertugas pada Pemilihan Umum (Pemilu) serentak 2019, penting untuk dilakukan.

Mengenai usulan untuk mendapatkan tunjangan, saya sudah mengecek dan kemungkinan kita akan bisa mengakomodasi melalui standar biaya yang tidak biasa di dalam konteks ini,” kata Sri Mulyani kepada wartawan usai mengikuti Sidang Kabinet Paripurna, di Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat (Jabar), Selasa 23 April 2019.

Sri Mulyani berjanji akan melihat berapa kebutuhan dan bagaimana memutuskan memberikan santunan itu sesuai dengan peraturan perundang-undangan.

BACA JUGA: Kelelahan Satu Pengawas TPS Tomohon Timur Sakit

Dari catatan Komisi Pemilihan Umum (KPU) ada 91 orang petugas KPPS meninggal, dan 374 orang sakit yang tersebar di 19 provinsi.

Sakitnya bervariasi,” kata Ketua KPU, Arief Budiman di Jakarta, Senin, 22 April 2019.

BACA JUGA: Sejumlah Personil KPPS di Tomohon Sakit Pasca Pemilu

KPU berencana bertemu dengan Kementerian Keuangan untuk membahas kemungkinan pemberian santunan kepada para petugas KPPS yang meninggal dalam melaksanakan tugasnya itu.

KPU mengusulkan besaran santunan untuk anggota KPPS yang meninggal dunia Rp30-36 juta, sementara yang sakit hingga cacat maksimal Rp30 juta, dan untuk yang luka besaran santunan maksimal Rp16juta,” ungkap Arief.

 

DORANG

0 Reviews

Write a Review

Read Previous

Ini Data PAD Sulut TA 2018

Read Next

Presiden: Perizinan untuk Investasi Masih Ruwet

Leave a Reply