PUBLIKREPORT.com

Krisis Air Bersih Intai Tomohon

Ilustrasi.

INGIN ARTIKEL DIBACAKAN: https://publikreport.com

Padahal warga untuk menikmati air bersih dari PDAM Kota Tomohon tidak gratis alias ada biaya per bulan yang harus dibayar sesuai pemakaian konsumen. Selain itu, tarif air terus naik, namun konsumen tidak pernah komplain dengan harapan pelayanan akan semakin baik.

TOMOHON, publikreport.com – Kota Tomohon yang subur dan indah mulai terancam krisis air bersih. Hari ini (Senin, 01 Oktober 2018, sore) air bersih dari Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kota Tomohon tidak mengalir di pusat kota, seperti Kamasi dan sekitarnya. Sebelumnya, air bersih yang dipasok dari pipa-pipa Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) jika mengalir ke rumah-rumah pelanggan terbilang kecil.

“Mati aer (air tidak berjalan),” kata sejumlah ibu rumah tangga (IRT) kepada publikreport.com, Senin, 01 Oktober 2018.

“Hari-hari sebelumnya, jika mengalir airnya hanya sedikit yang keluar dari mata kran sambungan dari pipa PDAM Tomohon,” sambung mereka.

BACA JUGA: Air Elemen Terpenting Makhluk Hidup

Direktur PDAM Kota Tomohon, Marthen Semual Gosal saat dikonfirmasi via SMS (pesan singkat) tidak membalas.

BACA JUGA: Krisis Air Bersih Landa Kinilow dan Tomohon Selatan

Warga mulai sulit mendapatkan air bersih juga pernah diungkapkan warga Kinilow, Kecamatan Tomohon Utara dan sejumlah warga di Kecamatan Tomohon Selatan serta beberapa di Kakaskasen (belakang Rindam), Kecamatan Tomohon Utara, juga warga di Paslaten (jalan lingkar timur), Kecamatan Tomohon Timur. Sulitnya warga mengakses air bersih karena ada yang belum terjangkau jaringan pipa PDAM, maupun air bersih sama sekali tidak mengalir lagi.

BACA JUGA: Air Bersih di Kotaku

Padahal warga untuk menikmati air bersih dari PDAM Kota Tomohon tidak gratis alias ada biaya per bulan yang harus dibayar sesuai pemakaian konsumen. Selain itu, tarif air terus naik, namun konsumen tidak pernah komplain dengan harapan pelayanan akan semakin baik.

Pembangunan dan RTRW

Kota Tomohon yang dikelilingi gunung berapi dan beberapa pegunungan mulai diintai ancaman krisis air bersih. Hal ini dapat terlihat dari sumur-sumur warga yang mulai mengering (memang banyak juga yang sudah tidak dimanfaatkan). Juga mataair yang dijadikan PDAM Tomohon sebagai sumber air untuk disalurkan kepada para pelanggan yang ada.

Sebagaimana pernah diungkapkan Direktur PDAM Kota Tomohon, Marthen S Gosal, dua mataair, yakni Sasalak dan Patar mengering. Padahal kedua mataair ini, masing-masing berada di lereng Gunung Mahawu dan Lokon.

BACA JUGA: Kalimpesan, Mata Air atau Tempat Sampah?
BACA JUGA: Kalimpesan Dipenuhi Sampah, Kepala DinLH: Masyarakat Sekitar Harus Lebih Perhatian
BACA JUGA: Pengamat: Soal Mataair Kalimpesan, Itu Tanggung Jawab Pemkot
BACA JUGA: AEON Jepang Berkunjung, Kalimpesan Masih Banyak Sampah

Ancaman krisis air bersih ini harus diseriusi Pemerintah Kota Tomohon. Kemungkinan mengeringnya mataair Sasalak dan Patar akan diikuti mataair lainnya.

Mulai mengeringnya mataair di Kota Tomohon menimbulkan tandatanya pada sejumlah warga. Warga bertanya-tanya mengapa bisa? Mereka seakan tak percaya karena melihat Kota Tomohon yang dikelilingi gunung dan pegunungan.

Warga yang kritis kemudian mencoba mengkritisi dari sisi RTRW (Rencana Tata Ruang Wilayah) Kota Tomohon. Diakuinya pembangunan infrastruktur seperti jalan-jalan (hotmix) hingga ke areal pertanian bahkan tembus ke hutan-hutan lindung, memberikan dampak pada lingkungan.

”Pemerintah Kota Tomohon harus lebih tegas dan konsekwen dalam penataan ruang. Jika tidak Kota Tomohon bakal menuai bencana di masa datang,” nilai salah warga dalam perbincangan dengan publikreport.com, Senin, 01 Oktober 2018, sore.

BACA JUGA: Untuk Air Bersih, Tomohon Terima Rp 2 Miliar dari APBN

Antisipasi ancaman krisis air bersih harus sesegera mungkin dilakukan Pemerintah Kota Tomohon.

Momentum politik praktis Pemilihan Umum (Pemilu) 2019, yakn Pemilihan Presiden (Pilpres) dan Pemilihan Legislatif (Pileg) harus dimanfaatkan agar para politisi lebih concern dengan isu lingkungan.

“Isu lingkungan seakan tidak ‘laku’ di Tomohon. Lebih ‘laku’ isu politik. Lingkungan nanti dibicarakan setelah sudah terjadi ‘sesuatu’,” sambung salah satu aktivis lingkungan yang tinggal di Kota Tomohon. DORANG

BACA JUGA: Tahun Politik, Walhi: Pilih Pemimpin Peka Lingkungan
BACA JUGA: Air Bersih dan Sampah Plastik, Dua Persoalan Lingkungan yang Harus Diperhatikan

 

0 Reviews

Write a Review

Read Previous

Asian Para Games: Nanda Mei Atlet Paralimpik dengan Segudang Prestasi

Read Next

Gubernur Lantik Bupati Bolsel

Leave a Reply