Mantan Teroris Ajak Masyarakat Sulut Tolak Radikalisme dan Terorisme

Mantan pentolan teroris Asia Tenggara, Nasser Abbas saat menjadi narasumber pada Penyuluhan Kontra Radikal dan Deradikalisasi (khusus ISIS) yang digelar Korbinmas Baharkam Polri di aula Tribrata Mapolda Sulut, Rabu, 05 September 2018.

“Itu semua menjadi fasilitas untuk perekrutan. Jadi masyarakat harus kritis dan harus mendapat second opinion supaya tidak terpengaruh dan mudah percaya dengan ajakan-ajakan mereka”

Nasser Abbas, mantan pentolan teroris Asia Tenggara

MANADO, publikreport.com – Nasser Abbas, mantan pentolan teroris Asia Tenggara mengajak masyarakat Sulawesi Utara (Sulut) utnuk menolak radikalisme dan terorisme. Masyarakat diharapkannya harus lebih peka dan sensitif pada lingkungan sekitar.

“Kita harus melakukan pencegahan dan memberi bekal kepada masyarakat tentang bahayanya terorisme dan bagaimana menolak dan mencegah jangan sampai terekrut dan terlibat,” kata Nasser Abbas saat menjadi narasumber pada Penyuluhan Kontra Radikal dan Deradikalisasi (khusus ISIS) yang digelar Korbinmas Baharkam Polri di aula Tribrata Mapolda (Markas Besar Kepolisian Daerah) Sulut, Rabu, 05 September 2018.

Masyarakat, Nasser meminta, harus lebih peka dan sensistif pada lingkungan sekitarnya. Karena jaman ini adalah jaman hoax, jadi masyarakat harus lebih jeli dengan apa yang dibaca, dilihat, ditonton dan didengar.

“Itu semua menjadi fasilitas untuk perekrutan. Jadi masyarakat harus kritis dan harus mendapat second opinion supaya tidak terpengaruh dan mudah percaya dengan ajakan-ajakan mereka,” paparnya.

Dulu semasa ketika masih menjadi teroris, Nasser mengisahkan, dirinya pernah memimpin kelompok teroris di Asia Tenggara dan melatih orang di Filipina.

Tahun 2003, Nasser mengungkapkan, dirinya ditangkap dan dikenakan pasal pemalsuan dokumen serta pelanggaran imigrasi.

“Saya divonis selama 11 bulan penjara, tapi bukan kasus terorisme. Karena saya tidak tidak terlibat terorisme di Indonesia. Hanya saja karena saya punya latar belakang dan pernah bergelut dengan terorisme,” bebernya.

Setelah insyaf saat ini Nasser Abbas menjadi mitra kepolisian dan Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT), untuk melakukan pencegahan dan kontran narasi menolak terorisme, memberi pencerahan kepada masyarakat supaya terhindar dan dapat menolak terorisme.

Penyuluhan ini, menurut Ketua Tim Korbinmas Baharkam Polri, Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) Dadang S merupakan kegiatan promoter Kapolri dalam program quick wins kegiatan 4 tentang pembentukan, pengefektifan Satgas (Satuan Tugas) Operasional Polri Kontra Radikal dan Deradikalisesasi, khususnya ISIS.

“Binmas sebagai fungsi pendukung. Fokusnya bagaimana memberikan pemahaman kepada masyarakat, meningkatkan kesadaran masyarakat agar mereka tidak terpapar dan tersusupi oleh paham-paham radikal yang mengarah ke aksi terorisme,” jelasnya.

Dengan adanya penyuluhan, Dadang mengatakan, masyarakat dibentengi dari paham radikal dan mencegah terjadinya aksi teror.

Penyuluhan ini dibuka Direktur Binmas Polda Sulut, Komisaris Besar (Kombes) Darwanto dan diikuti  para tokoh agama dan masyarakat serta jajaran Polda Sulut.

Selain mantan teroris, Nasser Abbas, tampil sebagai narasumber, antaranya dari Kementerian Agama Provinsi Sulut, Direktorat Intelkam Polda Sulut dan Baharkam Polri dengan moderator AKBP Bambang Dwijatmiko dari Ditbinmas Polda Sulut.

Kegiatan dilanjutkan dengan kunjungan ke Pondok Pesantren dan Madrasah Aliyah yang ada di Manado.

 

ALFIAN TEDDY

0 Reviews

Write a Review

Read Previous

Bawa Sabu, Pasutri ini Ditangkap

Read Next

Kapolres: Pencurian Kabel Rapih dan Terorganisir

Leave a Reply