PUBLIKREPORT.com

Merger Fakultas, Menristekdikti Janjikan Rp30 Miliar

Menristekdikti, Mohammad Nasir (Foto: Antara/Adiwinata Solihin)

MAKASSAR, publikreport.com – Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) Mohamad Nasir menjanjikan bantuan anggaran hingga Rp30 miliar jika ada perguruan tinggi yang melakukan perampingan atau merger fakultas.

“Saya akan memberikan bonus anggaran tambahan sebesar Rp30 miliar jika ada perguruan tinggi yang mau melakukan itu (merger fakultas). Ini tantangan bagi kampus,” kata Menristekdikti Mohamad Nasir di Makassar, Kamis 30 November 2017.

BACA JUGA: Menristekdikti Wacanakan Pengurangan Fakultas di Perguruan Tinggi

Selain anggaran yang lebih besar, dirinya juga akan mengusulkan kepada Kementerian Keuangan agar gaji dekan yang mengalami merger dinaikkan hingga dua kali lipat.

Ia menjelaskan, jika sejumlah fakultas yang saling berintegrasi atau berkaitan keilmuan bisa dimerger maka akan berdampak positif bagi kampus ke depan.

Jika ini bisa dilakukan, kata dia, tentu dampaknya akan jauh lebih baik, lebih efsien dan tidak akan menimbulkan faksi-faksi atau kelompok tersendiri.

BACA JUGA: Perguruan Tinggi Tak Berubah, Presiden: Anggaran Riset Harus Diperbesar

Dirinya juga mengakui jika hal itu dilakukan maka mungkin akan terjadi benturan kepentingan. Sebab, kata dia, pihak yang sebelumnya memiliki jabatan di fakultas A namun setelah digabung justru sudah tidak memiliki kedudukan dan itu memang salah satu hal yang membuat lebih sulit.

“Makanya hingga kini belum ada yang mengajukan diri (melakukan merger fakultas). Namun kita harus berpikir ke depan. Tingkat kesejahteraan lebih baik dengan manajemen yang lebih ramping,” jelasnya.

Menurut dia, ada beberapa fakultas yang memang memiliki keterkaitan dan memenuhi kelayakan untuk digabung menjadi satu fakultas saja.

“Negara makin lama maka anggarannya makin terbatas. Pajak yang kita terima juga tidak bisa terpenuhi dengan baik. Maka butuh perbaikan manajemen dari cara manual ke teknologi informasi yang lebih baik,” ujarnya.

 

ANTARANEWS.com

0 Reviews

Write a Review

Read Previous

Kerugian Karena Investasi Bodong Capai Rp105 Triliun

Read Next

Andi: Kerugian Negara 20% dari Total Pengadaan KTP-E

Leave a Reply