PUBLIKREPORT.com

Pembangunan 10 Bali Baru, Presiden: Masih Ada Problem, Misalnya di Sulut

Urusan kecil-kecil saya kira bukan pemerintah pusat, pemerintah provinsi, kabupaten, dan kota bisa melakukan ini. Yang berkaitan dengan, misalnya penataan pedagang kaki lima, penataan resto-resto kecil kita, kemudian penyediaan toilet”

Joko Widodo (Jokowi), Presiden RI.

JAKARTA, publikreport.com – Terkait rencana pembangunan 10 Bali baru, menurut Presiden RI, Joko Widodo (Jokowi) masih terdapat beberapa masalah yang harus segera diselesaikan. Hal ini dari pengamatan yang didapatkannya langsung di lapangan.

Yang pertama, memang masih ada problem pengaturan dan pengendalian tata ruang yang masih kita benahi. Terakhir kami kemarin masih ada masalah, misalnya di Sulawesi Utara (Sulut), dan juga di Labuan Bajo, di Toba saya melihat juga masih ada,” kata Jokowi saat memberikan pengantar pada Rapat Terbatas (Ratas) tentang Pengembangan Destinasi Pariwisata Prioritas, di Kantor Presiden, Jakarta, Senin 15 Juli 2019, sore.

Yang kedua, Jokowi mengatakan, berkaitan dengan akses konektivitas menuju ke kawasan destinasi wisata, Menurutnya, melihat infrastruktur masih banyak yang perlu dibenahi, baik berupa terminal airport, runway yang masih kurang panjang. Kemudian juga konektivitas jalan menuju ke tujuan wisata, lokasi wisata yang akan dituju.

Dan juga, Jokowi melanjutkan, yang berkaitan dengan dermaga, pelabuhan. Dari yang dilihatnya, misalnya di Labuan Bajo, juga di Manado, ini semuanya perlu dibenahi secepat-cepatnya.

Saya sudah menyampaikan pada Menteri, tahun depan ini harus diselesaikan, tahun ini digarap, tahun depan diselesaikan, karena memang ada peluang besar bagi kita untuk menarik wisatawan dari mancanegara yang tentu saja kita harapkan dapat menghasilkan devisa yang sebanyak-banyaknya,” ujarnya.

Jokowi mencontohkan, misalnya di Labuan Bajo yang berkaitan dengan pelabuhan, dermaga, campuran antara kargo barang dengan penumpang, dengan pelabuhan rakyatnya, dengan pinisi, kemudian nanti kalau ada cruise larinya kemana.

Saya kira kalau ini ditata dengan baik, dan saya sampaikan jangan nanggung-nanggung ini penanganannya,” ucapnya seraya menambahkan agar hal ini diintegrasikan dengan pembangunan yang sudah dikerjakan sekarang sehingga nanti tahun depan semuanya bisa diselesaikan. Termasuk yang di Danau Toba juga akses-akses menuju tempat wisata itu betul-betul tertangani dengan baik.

Jokowi meminta agar fasilitas yang tersedia di lokasi wisata, betul-betul dicek. Ia minta pemerintah provinsi kemudian turun ke bawah di kabupaten dan kota untuk diajak bersama-sama membenahi.

Urusan kecil-kecil saya kira bukan pemerintah pusat, pemerintah provinsi, kabupaten, dan kota bisa melakukan ini. Yang berkaitan dengan, misalnya penataan pedagang kaki lima, penataan resto-resto kecil kita, kemudian penyediaan toilet,” jelasnya, seraya berharap standar untuk toilet ini minimal bintang empat sehingga betul-betul orang masuk ke wilayah wisata kita, ke destinasi wisata betul-betul diberikan sebuah pelayanan yang baik.

Yang keempat, Jokowi memaparkan, berkaitan dengan Sumber Daya Manusia (SDM). Dimintanya gubernur, bupati dan walikota ikut gotong royong menangani, baik yang berkaitan dengan urusan dagang, yang berkaitan dengan hotel, yang berkaitan dengan misalnya seperti yang memiliki kapal di Labuan Bajo dan di Manado.

Semuanya diberikan training-training, diberikan pelatihan-pelatihan sehingga mereka bisa betul-betul mampu melayani wisatawan dengan baik, dengan keramah-tamahan, dengan senyuman yang baik, dan juga pembenahan sarana dan prasarana yang ada,” papar Jokowi, seraya menambahkan, ini akan memberikan dampak yang baik, baik perubahan di budaya kerja, budaya melayani, budaya kebersihan.

Yang kelima, Jokowi membeberkan, berkaitan dengan produk-produk yang ada di situ, yang berkaitan dengan pasar, pasar seni kemudian budaya yang perlu ditampilkan. Menurutnya, banyak sekali yang masih perlu dikerjakan, misalnya tarian-tarian budaya, tarian-tarian tradisi yang ada, dari sisi materialnya bagus tetapi ia meminta Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) bisa memberikan suntikan mengenai desain pakaian, mengenai kostum, dan lain-lain yang bisa diperbaiki dengan sebuah injeksi dari desainer yang baik.

Saya kira Bekraf memiliki pengalaman untuk ini,” ujarnya.

Terakhir, Jokowi menekankan perlunya dilakukan promosi secara besar-besaran, secara integrasi sehingga betul-betul kita mendapatkan manfaat dari mendapatkan multiplier effect yang besar dan memberikan efek pertumbuhan pada ekonomi daerah maupun ekonomi nasional.

BACA JUGA: Usai Ratas Dengan Presiden, Olly: Sulut Ingin Datangkan Turis Sebanyak-banyaknya

 

DORANG

0 Reviews

Write a Review

Read Previous

Mereka Dijanjikan Studi Banding Keluar Daerah

Read Next

Usai Ratas Dengan Presiden, Olly: Sulut Ingin Datangkan Turis Sebanyak-banyaknya

Leave a Reply