Breaking News :

Pemilih Tradisional Golkar Juga Menolak JGE

Massa saat melakukan aksi damai penolakan terhadap penetapan Jilly G Eman (JGE) dan Virgie Baker (VB) sebagai Balon Walikota dan Wakil Walikota Tomohon oleh DPP Partai Golkar.

INGIN ARTIKEL DIBACAKAN:

“Saya punya komitmen untuk merangkul teman-teman yang pada waktu lalu mungkin sempat meninggalkan kita. Mari kita kembali bersama, karena ini tidak sekedar untuk kesuksesan Miky Wenur dan JGE, tapi demi Partai Golkar”

Miky JL Wenur, Ketua DPD II Partai Golkar Kota Tomohon.

TOMOHON, publikreport.com – Sejumlah warga yang mengaku simpatisan Partai Golongan Karya (Golkar) di Kota Tomohon mengungkapkan kekecewaan atas penetapan Jilly G Eman (JGE) sebagai Bakal Calon (Balon) Walikota Tomohon untuk Pilkada (Pemilihan Umum Kepala Daerah) serentak 2020, oleh Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Golkar.

“Jangan pikir cuma pendukung SAS (Syerly Adelyn Sompotan) yang menolak JGE. Kami juga pendukung Miky Wenur merasa didustai oleh Golkar. Menurut survei Miky di atas. Miky sudah pengalaman dan puluhan tahun berjuang untuk Golkar. Tapi kenapa yang dipilih adalah anak kemarin sore?” ungkap Helda Karamoy, Rabu 02 September 2020.

Pendapat senada juga diutarakan Lisye.

“Ibu Nita (sapaan Miky Junita Linda Wenur) memang dorang jadikan Ketua Golkar Tomohon. Tapi kami pendukung ibu Nita tetap kecewa, karena Golkar berdusta pada penilaian calon yaitu hasil survei. Golkar bukan milik keluarga tertentu,” ujarnya.

BACA JUGA: Massa Meminta DPP PG Batalkan SK Penetapan Calon Walikota Tomohon

Penolakan juga disuarakan oleh beberapa pemilih tradisional Golkar yang berusia sepuh.

“Usia saya sudah 72 tahun. Sudah lupa berapa kali memilih. Baik DPR (Dewan Perwakilan Rakyat) maupun Pilpres (Pemilihan Presiden), Pilgub (Pemilihan Gubernur), maupun Pilwako (Pemilihan Walikota) dan Pilbup (Pemilihan Bupati) waktu masih Minahasa. Kita tidak pernah lari dari Golkar. Tapi tahun ini kita tidak dulu pilih Golkar,” kata Welem Golung, warga Kelurahan Talete II, Kecamatan Tomohon Tengah.

“Teman-teman sejaman banyak yang tidak setuju kalau Tomohon dipimpin oleh dua perempuan masih mudah yang sebelumnya tidak perduli dengan Tomohon. Bayangkan ke-Minahasaan kita jadi apa kalau mereka jadi. Misalnya, apakah dorang tahu bicara Tombulu?” tambah Welem.

Hal sama dikemukakan Welly Moningka (70), warga Kelurahan Kinilow, Kecamatan Tomohon Utara.

“Sekarang ndak dulu di Golkar, karena calon terlalu dipaksakan. Terlalu dapa lia kekuasaan keluarga. Sekarang kita warga Tomohon jangan lia Partai, tapi lia calon yang sudah dewasa dan sudah lama peduli dengan Tomohon,” tuturnya.

Sebelumnya, Miky Wenur mengakui ada sebagian pendukungnya yang kecewa, dan itu menjadi tantangan bagi dirinya.

“Saya punya komitmen untuk merangkul teman-teman yang pada waktu lalu mungkin sempat meninggalkan kita. Mari kita kembali bersama, karena ini tidak sekedar untuk kesuksesan Miky Wenur dan JGE, tapi demi Partai Golkar,” ajaknya. JOPPY WONGKAR

BACA JUGA: Pilkada Tomohon Diikuti Tiga Pasangan Calon?

0 Reviews

Write a Review

Tags: