PUBLIKREPORT.com

Pendeta Yahya: Saya Bertemu dengan Keluarga Perancang Bom

Pendeta Yahya Aling bersama rekan-rekan sesama penginjil.

INGIN ARTIKEL DIBACAKAN:

Siap bertobat jika istrinya sembuh dari penyakit ganas yang dideritanya”

Pendeta Yahya Aling.

Setelah kehilangan kedua kakinya karena harus diamputasi akibat bom teroris yang meledak di mobil yang ditumpanginya saat perjalanan menuju Pasar Sentral Poso, Pendeta Yahya Aling mengungkapkan, dirinya masuk dalam program rehabilitasi salah satu yayasan international, antaranya dengan menyiapkan kaki palsu berteknologi tingggi, sehingga dirinnya boleh berjalan layaknya manusia normal.

Saya dibawa oleh suatu yayasan di Thailand untuk didesainkan kaki palsu ini,” kata Yahya seraya menunjuk kaki palsu yang terpasang di kakinya.

Meski pernah mengalami kisah tragis, Yahya tak lama kemudian kembali ke Poso, Sulawesi Tengah (Sulteng). Dan menurutnya, secara tak terduga bertemu dengan keluarga dari salah satu oknum perancang bom yang membuat dirinya kehilangan kaki.

Sebenarnya istri dari yang bersangkutan beragama Kristen, tapi kemudian mengikuti agama suaminya. Ibu ini mengidap kanker ganas yang sulit disembuhkan. Suaminya sangat takjub mengetahui saya masih bisa selamat dengan kondisi yang sangat luar biasa,” ungkapnya.

Dari ketakjuban itu, Yahya mengisahkan, ternyata melahirkan tantangan dari oknum perancang bom itu. Dari penasaran itu, yang bersangkutan kemudian melontarkan tantangan pada isterinya. “Siap bertobat jika istrinya sembuh dari penyakit ganas yang dideritanya,” kata Yahya mengutib tantangan yang disampaikan kala itu.

Pendeta Yahya Aling saat melakukan pemberitaan Injil sekaligus memberikan kesaksian hidupnya.

Singkat cerita, dengan pergumulan dan doa bersama termasuk oleh dirinya, Yahya menyatakan, mujizat terjadi pada ibu itu. Dia sembuh total dari penyakit mematikan tanpa terapi medis.

Tuhan mendengar pergumulan ibu itu. Tuhan menjawab tantangan dari orang yang mau melihat keajaiban dan berniat bertobat. Ibu ini sembuh, dan suaminya akhirnya bertobat. Luar biasa kedahsyatan Tuhan,” ujar Yahya yang kini telah berdomisili di salah satu desa yang ada di Minahasa, Provinsi Sulawesi Utara (Sulut).

Dengan kenyataan ini, Yahya melanjutkan, setiap orang yang terlihat berprilaku buruk, jangan sekali-kali dimusuhi. Tapi sebaliknya, harus dimaafkan. Karena pasti ada kekuatan luar biasa yang bisa mengubah seseorang. Tapi, pertobatan bukan hanya berlaku bagi orang yang belum mengenal Yesus. Pertobatan itu juga berlaku bagi orang Kristen yang sudah percaya Yesus, tapi mengabaikan kewajibannya sebagai Tubuh Kristus yang harus setia berbakti, memuliakan dan bersaksi atas kebenaran dan Kemahakuasaan Tuhan. JOPPY JW

BACA JUGA: Pendeta Yahya Kehilangan Kedua Kaki Karena Bom Teroris

 

0 Reviews

Write a Review

Read Previous

DinPUPR Clean Water Project, citizens complaint

Read Next

Minut Daerah Pertama di Sulut yang Melaksanakan Peda KTNA

Leave a Reply