Penyaluran Dana Desa Tahap II Hingga 2018 Rp149,31 Triliun

Ilustrasi.

“Contoh pengembangan BUMDes di antaranya BUMDes Pulutan, Kecamatan Remboken, Kabupaten Minahasa, BUMDes Marinsow, Kabupaten, Minahasa Utara (Minut), BUMDes Mekarmaya Karawang, dan BUMDes Gempol Kolot Karawang”

Nugroho Setijo Nagoro, Direktur Pengembangan Usaha Ekonomi Desa Kementerian Desa PDTT

JAKARTA, publikreport.com –  Jumlah penyaluran dana desa tahun 2015-2017 sebesar Rp122,09 triliun, sedangkan hingga tahun 2018 tahap II sebesar Rp149,31 triliun. Hingga saat ini jumlah Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) terbentuk mencapai 39.149, dengan pendamping Dana Desa sebanyak 36.384 orang.

“Anggaran ini digunakan untuk jalan desa, drainase, PAUD (Pendidikan Anak Usia Dini), jembatan, sarana olahraga, air bersih, posyandu, dan lain-lain,” ungkap Kepala Biro Hubungan Masyarakat (Humas) dan Kerjasama Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (KemenDesa dan PDTT), Bonivasius Prasetya Ichtiarto pada Forum Tematik Badan Koordinasi Hubungan Kemasyaratan (Bakohumas) di Bali, 23-25 Juli 2018.

Program Unggulan Kawasan Perdesaan (Prukades), menurut Bonivacius, merupakan program prioritas lain KemenDesa dan PDTT yang hingga saat ini telah ada 343 Prukades, dengan investasi potensial sebesar Rp47 Triliun yang melibatkan hampir 148 kabupaten.

“Pembangunan daerah tertinggal salah satu programnya pembangunan pasar kecamatan 10 unit. Pembangunan daerah tertentu salah satu programnya jalan perbatasan. Pembangunan dan pengembangan kawasan transmigrasi salah satu programnya pembangunan fasilitas umum seperti balai desa sebanyak 785 unit,” jelasnya.

Kebijakan Dana Desa, Bonivacius mengatakan,, terus meningkat yakni Rp20,67 triliun tahun 2015, 46,98 triliun tahun 2016, serta masing-masing 60 triliun pada tahun 2017 dan 2018.

“Alokasi tahun 2018 sebanyak 3 tahap yakni 12 Triliun tahap 1 serta tahap kedua dan ketiga sebesar 24 Triliun,” terangnya.

Tahun 2018, Bonivacius melanjutkan, sesuai arahan Presiden sebanyak 30 persen dialokasikan untuk kegiatan padat karya tunai sehingga dapat dinikmati oleh masyarakat desa.

“Total kegiatan padat karya tunai desa yang dilaksanakan berhasil menciptakan 3.540.417 hari orang kerja dan sebanyak Rp689,74 miliar diberikan upah,” ujarnya.

Perkembangan status desa, Bonivacius mengungkapkan, realisasi 24 Mei 2017 dari survei di 61.289 desa/82% dari total desa, didapatkan hasil 8.305 terjadi penurunan desa tertinggal dan peningkatan 2.318 desa mandiri. Artinya, lanjut Bonivacius, melewati target RPJMN 2015-2019 yakni penurunan 5.000 desa tertinggal dan peningkatan 2.000 desa mandiri.

Desa Pulutan dan Marinsow jadi contoh

Direktur Pengembangan Usaha Ekonomi Desa Kementerian Desa PDTT Nugroho Setijo Nagoro menyampaikan sinergi pembangunan ekonomi desa di antaranya adalah kerja sama dan fasilitasi BUMDes, pelatihan kewirausahaan dan manajemen BUMDes, pendampingan serta dukungan modal, sarana produksi dan pasca panen.

“Contoh pengembangan BUMDes di antaranya BUMDes Desa Pulutan, Kecamatan Remboken, Kabupaten Minahasa, BUMDes Desa Marinsow, Kabupaten, Minahasa Utara (Minut), BUMDes Desa Mekarmaya Karawang, dan BUMDes Desa Gempol Kolot Karawang,” ujar Nugroho seraya menambahkan bahwa contoh BUMDes tersebut masuk kategori berkembang.

Diseminasi Informasi

Sementara itu, Direktur Jenderal Informasi dan Komunikasi Publik (IKP), Rosarita Niken Widyastuti, menyampaikan bahwa perhatian Pemerintah terhadap desa demikian besar karena setiap tahun anggaran yang diberikan makin meningkat. Untuk itu dirinya berharap Humas Kementerian dan Lembaga melakukan penyebarluasan informasi tentang pertumbuhan masyarakat desa.

“Strategi komunikasi kekinian juga harus tetap dilakukan. Dengan dana desa yang terus ditingkatkan diharapkan meningkatkan kemampuan perdesaan,” tutur Niken seraya menyampaikan bahwa data dari Badan Pusat Statistik (BPS) terkini angka kemiskinan sebesar 25,95 juta (9,82%) di tahun 2018 atau turun dari 26,58 juta (10,12%) dibanding September tahun 2017 di era Pemerintahan Presiden Jokowi.

Informasi keberhasilan pemerintah ini, lanjut Niken, dapat disampaikan melalui narasi grup whatsapp, story telling, diamplikasi secara gotong-royong keberhasilan dana desa baik dengan strategi above dan below the line.

Penyebarluasan informasi tentang capaian pemerintah, lanjut Niken, akan mengimbangi info hoax yang beredar di masyarakat.

Sebelumnya, Kepala Biro Humas dan Kerja Sama Kemendesa PDTT Bonivacius Prasetya Ichtiarto dalam laporannya, Senin, 23 Juli 2018 malam, menyampaikan bahwa tema kegiatan kali ini yakni, “Peranan BUMDes dalam Meningkatkan Ekonomi Masyarakat Desa”.

 

DORANG

0 Reviews

Write a Review

Read Previous

Dana Kelurahan Diusulkan Beberapa Walikota

Read Next

Moratorium Penerimaan CPNS Dicabut

Leave a Reply