Perajin Anyaman Bambu Kinilow yang ‘Terlupakan’

Andy Manopo (40), salah satu perajin anyaman bambu di Kelurahan Kinilow Kecamatan Tomohon Utara Kota Tomohon Provinsi Sulut. Andy meraut bambu untuk dibuatkan berbagai produk yang dijual dengan harga bervariasi. Wisatawan banyak yang meminati ayaman bambu ini. (Foto: publikreport.com)

Andy Manopo (40), salah satu perajin anyaman bambu di Kelurahan Kinilow Kecamatan Tomohon Utara Kota Tomohon Provinsi Sulut. Andy meraut bambu untuk dibuatkan berbagai produk yang dijual dengan harga bervariasi. Wisatawan banyak yang meminati ayaman bambu ini. (Foto: publikreport.com)

INGIN ARTIKEL DIBACAKAN: https://publikreport.com

“Kalau boleh disediakan tempat/lokasi yang strategis untuk menjadi tempat kami menjual hasil kerajinan. Karena wisatawan banyak yang meminati kerajinan kami ini”

TOMOHON, publikreport.com – Andy Manopo (40), seorang perajin anyaman bambu di Kinilow Kecamatan Tomohon Utara Kota Tomohon Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) mengaku tidak pernah mendapat bantuan dari pemerintah. Padahal sebagai pengrajin anyaman bambu sudah bertahun-tahun digelutinya. Bahkan, turun temurun dari orang tua mereka.

“Belum pernah ada perhatian dari pemerintah. Mereka hanya datang untuk mendata dan mendata. Namun, tidak pernah ada bantuan apa-apa sampai sekarang,” kata Andy kepada publikreport.com, Sabtu 03 Februari 2018 sore.

BACA JUGA: Ayaman Bambu Kinilow, Destinasi Wisata di Tomohon

Sekali, Andy melanjutkan, dirinya pernah mendapat undangan dari Pemerintah Kota Tomohon dan diutus  studi banding ke Yogjakarta. Selain itu dirinya pernah diminta Kepolisian Resort (Polres) Tomohon untuk membuat pohon natal di Markas Kepolisian Daerah (Mapolda) Sulut.

Kepada pemerintah, Andy berharap, kiranya dapat lebih memperhatikan nasib mereka. Apalagi sebagai perajin anyaman bambu, kerap dikunjungi wisatawan lokal, nusantara maupun mancanegara.

“Kalau boleh disediakan tempat/lokasi yang strategis untuk menjadi tempat kami menjual hasil kerajinan. Karena wisatawan banyak yang meminati kerajinan kami ini,” harapnya.

BACA JUGA: Anyaman Bambu, Keahlian Turun-Temurun

Dari kabar yang didengarnya, Andy mengatakan, kios-kios perajin anyaman bambu akan dipindahkan.

“Berita ini masih simpang siur. Kalaupun benar, saya rasa lokasi ini masih akan ada penjual. Karena kios-kios ini sudah menjadi rumah tinggal kami,” tuturnya. YELLI PRISILIA

BACA JUGA: Aktivitas Lokon Meningkat, Warga Biasa Saja

 

0 Reviews

Write a Review

Read Previous

Anyaman Bambu, Keahlian Turun-Temurun

Read Next

PTIK dan Komite III DPD RI Kunjungi Tomohon

Leave a Reply