Pesan Kepada Bupati/Walikota di Sulut

Agus Fatoni, Pjs Gubernur Provinsi Sulut.

Agus Fatoni, Pjs Gubernur Provinsi Sulut.

… menjadi seorang pemimpin tidak mudah. Karena bukan hanya mengurus soal administrasi, tetapi juga harus menjadi teladan bagi masyarakat.

MANADO, publikreport.com – Pejabat Sementara (Pjs) Gubernur Provinsi Sulawesi Utara (Sulut), Agus Fatoni mengingatkan kepada semua bupati dan walikota di Sulut agar benar-benar menjalankan tugasnya sebagai pemimpin daerah terlebih dalam memajukan perekonomian di tengah pandemi Covid-19 (Coronavirus Disease 2019).

“Posisi kepala daerah selain sebagai kepala daerah sebagai pemimpin, juga banyak tanggung jawab yang diberikan kepadanya. Sebagai TPID (Tim Pengendali Inflasi Daerah) dan sebagai ketua gugus tugas dan banyak lagi tugas-tugas yang melekat kepada kepala daerah,” kata Agus pada rapat kerja bersama bupati dan walikota se-Sulut di ruang CJ Rantung Kantor Gubernur Sulut, Kamis 08 Oktober 2020.

Guna memajukan daerah masing-masing, menurut Agus, kepala daerah memiliki tugas utama.

“Ada tiga tujuan paling tidak dalam meningkatkan daerah, yaitu kesejahteraan masyarakat, pelayanan publik dan daya saing daerah,” jelasnya.

Dalam melaksanakan agenda nasional, khususnya Pilkada (Pemilihan Kepala Daerah) serentak 2020, Agus meminta setiap pejabat daerah untuk menerapkan protokol kesehatan secara ketat, sehingga tidak tercipta klaster baru di Sulut.

Pilkada tetap dilaksanakan dengan usaha keras agar tidak terjadi klaster Pilkada. Oleh karena itu tugas kita bersama mengawal Pilkada agar aman dan sukses,” pesannya.

Tak lupa, Agus mengingatkan semua pemimpin daerah agar memperhatikan serapan anggaran masing-masing. Menurutnya anggaran pemerintah diharapkan dapat mendongkrak ekonomi dan perputaran uang.

“Manfaatkan anggaran dengan baik. Oleh karena itu saya juga berpesan agar penyerapan anggaran dapat dimonitor dan dikawal,” ujarnya.

Rapat ini juga dihadiri Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Sulut, Arbonas Hutabarat dan Perwakilan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Sulut, Ahmad Husen.

Aparatur di perbatasan negara

Di hari yang sama dalam kegiatan yang berbeda, Agus Fatoni memberikan motivasi kepemimpinan kepada para camat di kawasan perbatasan negara. Dikatakannya, menjadi seorang pemimpin tidak mudah. Karena bukan hanya mengurus soal administrasi, tetapi juga harus menjadi teladan bagi masyarakat.

“Kita menjadi teladan, menjadi contoh, panutan dan juga sebagai pemimpin dan administrator pemerintahan pembangunan dan kemasyarakatan,” pesan Agus pada rapat koordinasi (rakor) peningkatan kapasitas aparatur pemerintahan kecamatan di kawasan perbatasan negara, Kamis 08 Oktober 2020, di Manado.

Setiap camat, Agus mengajak, selain mengikuti program peningkatan kapasitas aparatur pemerintahan kecamatan juga memanfaatkannya sebagai studi banding dalam menambah wawasan dalam mengelola dan memimpin di kecamatannya masing-masing.

“Kalau bisa bukan cuma peningkatan kapasitas seperti ini. Tapi ada studi banding. Studi banding ini juga penting. Bukan sekadar jalan-jalan. Tapi juga kita bisa mengunjungi banyak tempat. Itu dapat meningkatkan dan memperluas wawasan dan bisa kita terapkan. Kiranya rapat ini bisa kita saling mengenal kemudian bisa saling koordinasi dan sinergi serta bisa berbagi pengalaman, ilmu dan pengetahuan,” paparnya.

Setiap camat, Agus melanjutkan, juga dapat memberikan semangat kepada para bawahan di tempat kerjanya agar program kegiatan dapat berjalan optimal.

“Karena dengan memiliki motivasi yang tinggi, ini bisa kita tularkan atau teruskan kepada pegawai agar tetap bersemangat, dan dapat melaksanakan tugas-tugas dengan baik,” katanya.

Seluruh camat, Agus mengajak untuk bersinergi dalam pencegahan penyebaran Covid-19 di kawasan perbatasan.

“Camat selain dengan tugas hari-hari juga ada tugas penting saat ini yaitu tugas untuk bagaimana menangani Covid-19 ini. Sosialisasikan terus protokol kesehatan kepada masyarakat lewat gerakan 4M (menggunakan masker, mencuci tangan, menjaga jarak dan menghindari kerumuman untuk memutus penyebaran Covid-19,” tegasnya.

Rapat ini juga dihadiri Sekretaris Badan Nasional Penanganan Perbatasan (BNPP), Suhajar Diantoro, Deputi 1 dan 2 BNPP, Robert Simbolon dan Boy Dtenjuri, Staf Khusus Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Bidang Politik dan Media, Kastorius Sinaga serta Wakil Kepala BPIP (Badan Pembinaan Ideologi Pancasila), Haryono.

0 Reviews

Write a Review

Read Previous

Kasus Perdagangan Orang di Minsel Dibongkar

Read Next

Polwan Jadi Tim Negosiator