PUBLIKREPORT.com

Peserta SMS GMIM Tolak Hoax

Peserta SMS GMIM ke-79, Kamis, 22 Maret 2018, mendeklarasikan Tolak Hoax di GKIC Manado.

Pendeta Dr Hein Arina, Ketua BPMS GMIM Masa Bakti 2018-2022

***

“Mungkin saat Tuhan menciptakan Sulut, Tuhan dalam keadaan tersenyum”

Irjen Bambang Waskito, Kapolda Sulut

MANADO, publikreport.com – “Kami peserta Sidang Majelis Sinode (SMS) Gereja Masehi Injili di Minahasa (GMIM) ke-79 menolak segala bentuk hoax dan mendukung Kepolisian Republik Indonesia (Polri) dalam penegakan hukum serta mensukseskan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) damai. NKRI (Negara Kesatuan Republik Indonesia) harga mati,” kata Ketua Umum Panitia Pelaksana SMS GMIM ke-79 yang juga Gubernur Provinsi Sulawesi Utara (Sulut), Olly Dondokambey saat membacakan deklarasi anti hoax, Kamis, 22 Maret 2018, di Grabd Kawanua International City (GKIC).

Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Sulut, Inspektur Jenderal (Irjen) Bambang Waskito dalam materinya mengatakan peran tokoh agama dalam keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) sangat penting untuk menangkal segala macam hoax dan segala permasalahan yang ada di tahun ini, tahun pesta demokrasi.

“Jangan sampai kita terpecah dan terbelah di Pilkada,” ujarnya.

Mudah-mudahan, Bambang berharap,Sulut tetap aman.

“Mungkin saat Tuhan menciptakan Sulut, Tuhan dalam keadaan tersenyum,” katanya.

“Marilah kita lawan hoax,” ajaknya.

e-Voting, Pendeta Dr Hein Arina Terpiliha Ketua BPMS GMIM Masa Bakti 2018-2022

Ketua BPMS GMIM Masa Bakti 2018-2022, Pendeta Dr Hein Arina bersama Ketua Umum Panitia Pelaksana SMS GMIM ke-79, Olly Dondokambey yang juga Gubernur Sulut di GKIC Manado, Rabu, 21 Maret 2018.

SMS GMIM ke-79 dengan agenda Pemilihan Ketua Umum Badan Pekerja Majelis Sinode (BPMS) GMIM, telah dilaksanakan, Rabu, 21 Maret 2018. Pemilihan dengan menggunakan e-voting dipimpin Ketua Umum Panitia Pelaksana SMS GMIM, Olly Dondokambey.

Sebanyak 1.744 peserta berasal dari 937 jemaat dan 126 wilayah pelayanan GMIM berhak menggunakan hak suaranya. Peserta ini datang dari utusan jemaat, wilayah dan BPMS GMIM.

Pendeta Dr Hein Arina berhasil meraup 1.110 suara, disusul Pendeta Hendry Runtuwene dengan, 466 suara dan Pendeta Petra Rembang dengan, 96 suara.

BACA JUGA: Para Ketua Sinode GMIM

Torehkan sejarah

Pemilihan BPMS Periode 2018-2022 ini menorehkan sejarah, karena untuk pertamakalinya menggunakan teknologi informasika, yakn e-voting. Sistem ini diklaim terjamin kerahasiaannya dan mencegah kesalahan pada proses pemilihan.

“Pemilihan dengan e-voting ini sangat terjamin kerahasiaannya. Semua database tersimpan di server. Tidak ada yang tahu siapa yang dipilih peserta kecuali peserta itu sendiri,” kata Olly.

Mekanisme pemilihan dengan e-voting, peserta satu persatu berjalan ke bilik di mana terdapat tablet dan printer. Kemudian, peserta menekan tombol ‘Mulai’ yang ada di halaman awal aplikasi e-voting yang tersedia di tablet. Setelah itu, peserta memindai QR code yang terdapat di kartu pemilihnya untuk masuk ke halaman berikutnya yang memuat daftar kandidat. Di dalam bilik suara, peserta menekan nama kandidat tertentu untuk menentukan pilihannya.

BACA JUGA: Sejarah GMIM

Berdasarkan tata tertib pemilihan e-voting, setelah peserta menekan tombol ‘Ya’ atas pilihannya, secara otomatis peserta akan keluar dari aplikasi. Dan printer akan mencetak kertas suara yang berisi nama kandidat yang dipilihnya. Peserta mengambil kertas suara dan memasukkannya ke dalam kotak suara. Penatua Franky Wongkar yang merupakan Wakil Bupati Kabupaten Minahasa Selatan, menjadi peserta pertama yang menggunakan hak suaranya.

“Terima kasih telah mempercayakan saya sebagai Ketua Umum Panitia Pelaksana,” ucap Olly.

 

DORANG

0 Reviews

Write a Review

Read Previous

Polri: Operasi Tinombala Masih Dilanjutkan

Read Next

Para Ketua Sinode GMIM

Leave a Reply