PUBLIKREPORT.com

Berebut DB 1 G

Ilustrasi.

Ilustrasi.

INGIN ARTIKEL DIBACAKAN: https://publikreport.com

Nama-nama politisi mencuat, namun tidak menutup kemungkinan nama-nama non politisi muncul karena adanya koalisi parpol menghadapi Pilkada Walikota dan Wakil Walikota Tomohon, tahun 2020 nanti.

TOMOHON, publikreport.com – Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Walikota dan Wakil Walikota Tomohon akan berlangsung tahun depan (2020), malah tahapannya akan dimulai akhir tahun ini (2019). Sejumlah kader partai politik (parpol) bakal bersaing ketat diinternal parpol masing-masing agar mendapatkan restu sebagai papan satu (calon walikota) atau papan dua (wakil walikota). Gonjang-ganjing akan koalisi parpol menghadapi Pilkada juga dianggap penentu menjaring dukungan, kendati ada parpol yang dinilai sudah ‘percaya diri’ mengusung kader sendiri, tanpa perlu berkoalisi. Agar mendapat restu parpol dikabarkan sejumlah kader melakukan lobi-lobi politik hingga ke Dewan Pengurus Pusat (DPP) partainya dan lobi-lobi politik ke parpol lain, artinya kemungkinan akan ada kader yang loncat ke parpol lain.

BACA JUGA: Pilkada Tomohon Segera Bergulir

Dari pembicaraan-pembicaraan berbagai elemen masyarakat diberbagai tempat di Kota Tomohon, kader parpol yang bakal bersaing pada Pilkada 2020, semisal dari Partai Golongan Karya (Golkar) mencuat nama-nama: Christo Eman, Miky Junita Linda Wenur, Syerly Adelyn Sompotan, Ladys Fransisca Turang, Jemmy Jerry Sunda dan Jimmy Wewengkang.

Sedangkan dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) berhembus nama Rini Tamuntuan, Johny Runtuwene, Caroll Josias Azahram Senduk dan Vonny Paat.

Kemudian kader dari Partai Nasional Demokrat (Nasdem) berkembang nama-nama: Cherly Mantiri dan Erens Kereh. Kemudian kader Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra), yakni Ferdinand Mono Turang, Wenny Lumentut dan Shanti Runtu dan Partai Demokrat bisa saja menyodorkan Marthen Manuel Manopo, Linneke Syenie Watoelangkouw, Youddy Yan Yoppy Moningka atau Siane Samatara. Selanjutnya Hanura, mengusung nama seperti Fischer Mangundap dan Stanly Wuwung.

BACA JUGA: Wajah-wajah Baru yang Diprediksi Bakal ke DPRD Kota Tomohon
BACA JUGA: Siapa Berpeluang Jadi Pimpinan DPRD Tomohon

Meski nama para politisi ini santer disebut-sebut, namun ada anggapan bahwa Musyawarah Daerah (Musda) Kota Tomohon maupun Provinsi Sulut parpol masing-masing dapat merubah konstalasi politik praktis, khususnya bakal calon Walikota dan Wakil Walikota Tomohon.

BACA JUGA: Tomohon dan Minsel Berebut Ketua Golkar Sulut

Siapa yang terpilih menjadi Ketua DPD (Dewan Pimpinan Daerah) II Partai Golkar (PG) Kota Tomohon pada Musda nantinya akan sangat mempengaruhi calon yang akan diusung pada Pilkada 2020. Demikian juga pada Musda PDIP, Nasdem, Gerindra, Hanura dan Demokrat,” demikian perbincangan di salah satu rumah kopi yang ada di pusat kota Tomohon.

Musda parpol masing-masing akan sangat mempengaruhi dengan anggapan bisa saja kader dari parpol A yang tidak terpilih menjadi ketua parpol, kemudian loncat ke parpol B, C atau D sebagai calon walikota atau wakil walikota.

Contoh, Musda Partai Nasdem Tomohon, kan bisa saja terpilih Syerly Adelyn Sompotan. Contoh lain, Musda DPD II PG Tomohon, terpilih Christo Eman. Kemudian ada kader PG yang juga menjadi calon walikota/wakil walikota dari PDIP atau koalisi PDIP dengan Nasdem, koalisi PDIP dengan Gerinda, koalisi PDIP dengan Hanura atau koalisi PDIP dengan Demokrat. Bahkan bisa juga ada kader yang loncat menjadi calon walikota dan wakil walikota yang diusung koalisi parpol Nasdem dengan Gerindra, Nasdem dan Hanura, Nasdem dan Demokrat, maupun Gerindra dengan PDIP, Gerindra dengan Demokrat, Gerindra dan Hanura. Bisa juga malah kader PDIP justru menjadi calon walikota dan wakil walikota dari Partai Golkar atau parpol lainnya. Namanya politik, banyak kemungkinannya.

BACA JUGA: Jonru ‘Suara Terbanyak’ Caleg DPRD Tomohon
BACA JUGA: Pilkada 2020, PDIP Ancaman PG di Tomohon

Parpol mengusung calon tanpa koalisi sangat berpeluang dilakukan Golkar dan PDIP. Koalisi juga sangat terbuka terutama dari parpol yang suaranya terbilang tidak signifikan pada Pemilihan Umum (Pemilu) legislatif 2019. Dengan adanya koalisi parpol memungkinkan muncul nama-nama (wajah baru) non politisi (pensiunan PNS, Polri, TNI, pengusaha) yang bakal meramaikan Pilkada Walikota dan Wakil Walikota Tomohon 2020 nanti. DORANG

BACA JUGA: EMAS yang Tak Berkilau

 

0 Reviews

Write a Review

Read Previous

Cara Mengenali BPKB Kendaraan yang Asli

Read Next

Waspada Monkeypox atau Cacar Monyet, Kenali Gajalanya!

Leave a Reply