Pilkada. Sejumlah Perangkat Kelurahan Mulai Merasa Terintimidasi

Ilustrasi.

Ilustrasi.

INGIN ARTIKEL DIBACAKAN: Klik:

“Kan ada Bawaslu. Kalau ada seperti itu, maka peran Bawaslu untuk meneliti.  Dan jika terbukti, harus memprosesnya. Artinya juga, ASN harus netral”

Harold Viktor Lolowang, Sekdakot Tomohon.

TOMOHON, publikreport.com – Sejumlah perangkat kelurahan di Kota Tomohon mengungkapkan perasaan mereka. Mereka mengaku merasa terintimidasi oleh oknum tertentu pada perhelatan Pilkada (Pemilihan Kepala Daerah) serentak 2020, yakni Walikota dan Wakil Walikota Tomohon.

“Saya dan beberapa orang anggota Linmas lainnya diancam akan diganti karena hadir di tempat kegiatan pelatihan pembuatan gula arena yang kebetulan dihadiri juga oleh salah satu calon dari partai bukan penguasa di Kota Tomohon,” ungkap HB, yang mengaku salah satu anggota Linmas di Kecamatan Tomohon Utara, Kota Tomohon, Provinsi Sulawesi Utara (Sulut).

Ungkapan perasaan juga diungkapkan, Hermina T, isteri dari salah satu wakil kepala lingkungan (wakaling) di Kecamatan Tomohon Utara. Dirinya mengaku menerima bahasa bernada ancaman kalau tidak mau sejalan dengan jajaran kelurahan.

“Dia bilang, kalau masih mau jadi meweteng (wakaling), torang keluarga harus sejalan dalam pilwako (pemilihan walikota),” ujarnya.

Adanya praktek yang diduga mengintimidasi perangkat kelurahan ini mendapat perhatian bahkan protes dari sejumlah kalangan.

“Penguasa jangan lagi tekan bawahan-bawahan di kelurahan untuk memenangkan calonnya. Ingat, semua penguasa yang menekan bawahannya, telah menerima akibatnya setelah tidak berkuasa lagi,” kata Frengky Untu.

Seruan agar perangkat kelurahan netral pada Pilkada serentak 2020, juga disampaikan Herry Runtuwene.

“Kaling (kepala lingkungan), wakaling), linmas, juga lurah se- Kota Tomohon, hentikan berkampanye Pilwako untuk kepentingan salah satu calon. Karena ngoni (kalian) digaji dengan menggunakan uang rakyat dan bukan uang pribadi penguasa. Kami minta kaling, wakaling, linmas serta lurah supaya netral,” tegasnya.

BACA JUGA:

Sekretaris Daerah Kota Tomohon (Sekdakot) Tomohon, Harold Viktor Lolowang saat dimintai tanggapan terkait tindak-tanduk oknum aparat kelurahan, mengatakan, jika kaling, wakaling maupun linmas mendapat tekanan dari oknum ASN (Aparatur Sipil Negara) silahkan melapor ke Bawaslu (Badan Pengawas Pemilu).

“Kan ada Bawaslu. Kalau ada seperti itu, maka peran Bawaslu untuk meneliti.  Dan jika terbukti, harus memprosesnya. Artinya juga, ASN harus netral,” katanya.

BACA JUGA:

Mengenai kekuatiran sejumlah kaling, wakaling dan linmas yang mengaku merasa takut akan diganti oleh oknum lurah jika tak indahkan arahan, menurut Harold, pergantian kaling dan wakaling adalah otoritas camat atas usulan lurah.

“Begitu mekanismesnya,” jawab Harold melalui WA (WhatsApp).

JOPPY WONGKAR

0 Reviews

Write a Review

Read Previous

Tantangan Pelaku Usaha Perempuan di Tengah Pandemi Covid-19

Read Next

Epe Masih Jadi ‘Rebutan’