Proyek Stadion Babe Palar Diduga Bermasalah

Tribun di Stadion Olahraga Babe Palar yang berada di Kelurahan Walian, Kecamatan Tomohon Selatan, Kota Tomohon, Provinsi Sulut.

Tribun di Stadion Olahraga Babe Palar yang berada di Kelurahan Walian, Kecamatan Tomohon Selatan, Kota Tomohon, Provinsi Sulut.

INGIN ARTIKEL DIBACAKAN:

Dengan dana hampir Rp20 miliar, tapi pekerjaannya baru seperti ini, dan tidak sampai selesai. Siapapun akan bertanya-tanya dan menilai proyek ini bermasalah”

TOMOHON, publikreport.com – Pembangunan Stadion Olahraga Babe Palar yang berada di Kelurahan Walian, Kecamatan Tomohon Selatan, Kota Tomohon, Provinsi Sulawesi Utara (Sulut), ramai digunjingkan warga. Mereka menduga proyek yang dikerjakan tahun 2018 itu bermasalah. Warga menyorot karena proyek stadion tersebut berbandrol sekitar Rp20 miliar yang anggarannya bersumber dari Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DinPUPR) Kota Tomohon.

Bangunan ini sudah dianggarkan pada APBD (Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah) kota Tomohon di tahun 20i8 dan 2019. Tapi kenapa sampai saat ini tidak kunjung selesai. Jarang sekali bangunan ukuran begini harus lebih dari dua kali dianggarkan dalam APBD,” kata Frans Tiwow saat bertemu wartawan di kompleks Stadion Babe Palar, Rabu 24 Juni 2020.

Lebih mengherankan lagi, Frans yang merupakan personil LSM (Lembaga Swadaya Masyarakat) mengatakan, dari informasi yang didapatkannya dalam APBD 2020, masih dianggarkan lanjutan pembangunan stadion itu.

Masih dianggarkan pada tahun ini. Tapi mungkin batal karena ada masalah Virus Corona,” ujarnya.

Dengan dana hampir Rp20 miliar, tapi pekerjaannya baru seperti ini, dan tidak sampai selesai. Siapapun akan bertanya-tanya dan menilai proyek ini bermasalah,” tambah Frans.

Apa yang dikatakan Frans, dibenarkan Nixon Rawung, warga Kelurahan Matani 2, Kecamatan Tomohon Tengah.

Saya sempat membaca klarifikasi dari Kepala Dinas PU Kota Tomohon soal proyek ini. Intinya, mereka menegaskan alasan penganggaran hingga tiga kali dalam APBD, karena menyesuaikan dengan kemampuan keuangan daerah. Tapi masyarakat umum tak bisa dibodohi ketika melihat fisik bangunan sambil membandingkan dengan jumlah Rp20 miliar,” ungkapnya.

Sementara, SL, salah satu personil LSM jaringan nasional mengatakan, terkait sorotan warga ini tim audit independen rekanan mereka sudah hampir rampung dalam menginvestigasi proyek itu.

Tunggu saja. Kita punya tim khusus yang sangat ahli dalam kalkulasi bangunan. Tim audit kita sudah teruji. Tahu saja kan, kalau diatas Rp1 miliar akan dilapor kemana,” ungkap SL, yang minta namanya jangan ditulis lengkap.

Dari pantauan publikreport.com, kondisi bangunan yang sebelumnya bernama Stadion Parasamya tersebut masih jauh dari harapan. Pekerjaan besar seperti pilar bangunan bagian utara belum tuntas dicor. Juga drainase dan lintasan ring atletik stadion yang sama sekali belum disentuh.

Sangat disayangkan, karena sampai saat ini wartawan selalu gagal menemui pihak terkait di Dinas PUPR Kota Tomohon untuk dilakukan konfirmasi.

Sementara dari informasi yang dirangkum publikreport.com, pemenang tender proyek pembangunan stadion itu, diduga adalah PT C A L dengan nilai kontrak Rp9,9 miliar. Selanjutnya pada tahun 2019, kembali dikerjakan dengan nilai kontrak yang sama dan oleh kontraktor yang sama. JOPPY JW

 

0 Reviews

Write a Review

Read Previous

Kisah Covid-19 di Desa Raringis

Read Next

Mall di Manado Segera Dibuka