Ratusan Warga Tomohon Kecewa

Ratusan orang tua dan anak-anak penerima Kartu Identitas Anak (KIA) yang datang ke halaman Mal Pelayanan Publik (MPP) Wale Kabasaran Tomohon, Selasa 09 April 2019, mengaku kecewa, karena belum menerima dokumen kependudukan sebagaimana janji ketika diundang Pemerintah Kota Tomohon. (foto: publikreport.com)

INGIN ARTIKEL DIBACAKAN: https://publikreport.com

Diundang dan dijanjikan terima dokumen kependudukan di halaman Mall Pelayanan Publik (MPP) Wale Kabasaran (eks Kantor Walikota Tomohon.

***

Sejak awal saya sudah bertanya-tanya, kenapa semua harus datang ambil sendiri dokumen kependudukan. Ada ribuan anak. Kenapa KTP (Kartu Tanda Penduduk Elektronik) atau surat-surat kependudukan lainnya tidak dititip ke kantor kelurahan masing-masing. Eh, ternyata kita diminta datang supaya banyak penonton pada acara pencatat perkawinan massal yang dirangkai dengan penyerahan SK (Surat Keputusan) CPNS (Calon Pegawai Negeri Sipil)”

Jenny Onsu, warga Matani, Kecamatan Tomohon Tengah.

TOMOHON, publikreport.com – Orang tua dan anak-anak penerima Kartu Identitas Anak (KIA) yang datang ke halaman Mal Pelayanan Publik (MPP) Wale Kabasaran Tomohon, Selasa 09 April 2019, mengaku kecewa. Mereka mengaku diundang oleh panitia pelaksana untuk menerima dokumen kependudukan secara langsung. Dan mereka datang ke halaman MPP Pemerintah Kota Tomohon sejak pukul 14.00 WITA, kendati acara nanti dimulai pada pukul 16.00 WITA. Padahal anak-anak yang diundang masih menggunakan seragam sekolah, apakah Taman Kanak-kanak (TK), Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP).

BACA JUGA: 240 Orang Terima SK CPNS

Sejak awal saya sudah bertanya-tanya, kenapa semua harus datang ambil sendiri dokumen kependudukan. Ada ribuan anak. Kenapa KTP (Kartu Tanda Penduduk Elektronik) atau surat-surat kependudukan lainnya tidak dititip ke kantor kelurahan masing-masing. Eh, ternyata kita diminta datang supaya banyak penonton pada acara pencatat perkawinan massal yang dirangkai dengan penyerahan SK (Surat Keputusan) CPNS (Calon Pegawai Negeri Sipil),” kata Jenny Onsu, warga Matani, kepada publikreport.com, Selasa 09 April 2019, sekitar pukul 17.00 WITA, ketika pencatatan perkawinan massal sementara berlangsung.

Perasaan was-was karena hari mulai beranjak malam, diungkapkan salah satu ibu rumah tangga, Stella.

Jangan-jangan kita nda (tidak) dapat kartu itu sekarang. Soalnya begitu banyak orang, pasti sampai malam. Heran, kenapa musti (harus) diundang semua,” ungkap Stella seraya mengatakan apabila dirinya belum makan dari rumah karena dikejar waktu.

Kekesalan warga makin menjadi, pasalnya ketika acara selesai ternyata kartu tak kunjung diserahkan.

Kita serahkan secara simbolis. Dan KIA yang diurus lewat sekolah, nanti diambil oleh para kepsek (kepala sekolah) di depan,” kata salah satu staf Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dindukcapil) Kota Tomohon.

Mendengar penjelasan ini, warga lainnya, Nixon Montolalu menilai sangat tidak profesional.

Nah, ini yang tidak professional. Kita dipanggil untuk datang terima KIA, tapi ternyata cuma alasan panitia supaya banyak orang lihat acara Pencatatan Perkawinan Masal dan lihat ada banyak pegawai baru,” ujarnya kecewa.

BACA JUGA: Pasutri: Kami Sudah Pernah Dicatat

Sementara dari pantauan publikreport.com, banyak warga yang pulang ke rumah bersama putera-puteri mereka dengan perasaan kecewa. Mereka pulang dengan tangan hampa karena tidak mendapat kartu sebagaimana dijanjikan ketika diundang.

Ya, dikatakan KIA nanti dikirim via kelurahan,” tambah salah satu warga kecewa dengan langkah lunglai meninggalkan kompleks MPP Wale Kabasaran (eks Kantor Walikota Tomohon) yang berada di bilangan Kelurahan Kolongan 1, Kecamatan Tomohon Tengah. JOPPY JW

 

0 Reviews

Write a Review

Read Previous

Pasutri: Kami Sudah Pernah Dicatat

Read Next

Tomohon Terancam Meredup

Leave a Reply