Sangihe Sempat Dikepung Tanah Longsor

Personil TNI/Polri dibantu masyarakat, sejak Senin 04 Januari-Selasa 05 Januari 2021, melakukan pembersihan material longsoran dari badan jalan di Kabupaten Kepulauan Sangihe.

Personil TNI/Polri dibantu masyarakat, sejak Senin 04 Januari-Selasa 05 Januari 2021, melakukan pembersihan material longsoran dari badan jalan di Kabupaten Kepulauan Sangihe.

INGIN BERITA DIBACAKAN: https://publikreport.com

TAHUNA, publikreport.com – Curah hujan tinggi yang terjadi di wilayah Kabupaten Kepulauan Sangihe, Provinsi Sulawesi Utara (Sulut), sejak Minggu 03 Januari 2021, mengakibatkan terjadinya bencana alam tanah longsor di sejumlah lokasi. Material longsoran, berupa bebatuan, tanah dan batang kayu menutupi beberapa badan ruas jalan, antaranya jalur utama Tahuna-Manganitu dan Tahuna-Lenganeng, jalur utama Kampung Pusunge Kecamatan Tabukan Utara. Kemudian di jalur yang menghubungkan Kampung Ahapatung, Kampung Pintareng dan Kampung Tambung, Kecamatan Tabukan Selatan Tengah dengan Kampung Dalokaweng Kecamatan Tabukan Selatan Tenggara.

Longsor juga terjadi di jalur utama antara Kampung Bakalaeng dengan Kampung Tawoali Kecamatan Manganitu.

Menyikapinya, Polri (Kepolisian Republik Indonesia) bersama TNI (Tentara Nasional Indonesia), pemerintah daerah dan masyarakat, Sejak Senin 04 Januari-Selasa 05 Januari 2021, melakukan pembersihan material longsoran dari badan jalan.

“Jalur atau lokasi yang telah dibersihkan sudah normal kembali. Sudah bisa dilalui kendaraan bermotor roda empat dan roda dua,” jelas Kepala Sub Bagian (Kasubbag) Hubungan Masyarakat (Humas) Kepolisian Resort (Polres) Kepulauan Sangihe, Ajun Komisaris Polisi (AKP) Jakub Sedu, Selasa 05 Januari 2021.

Sementara Kepala Kepolisian Resort (Kapolres) Kepulauan Sangihe, Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) Tony Budhi Susetyo memerintahkan jajarannya supaya mengambil berbagai langkah terkait upaya antisipasi maupun penanganan bencana alam.

“Saya menginstruksikan seluruh Polsek jajaran agar melaksanakan patroli terutama di daerah rawan bencana alam,” tegasnya.

Kepada Satuan Binmas (Bimbingan Masyarakat), Polairud (Polisi Air dan Udara) hingga Polsek (Kepolisian Sektor) jajaran, Tony menyerukan, wajib memberikan imbauan kepada masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana alam, baik di pesisir pantai maupun daratan.

“Kami juga berkoordinasi dengan pihak BPBD (Badan Penanggulangan Bencana Daerah) dan Dinas Pekerjaan Umum (DinPU) untuk menyiapkan sarana alat berat guna pembersihan jalan yang tertutup material longsoran,” jelasnya.

0 Reviews

Write a Review

Read Previous

Vaksin Covid-19 Tiba di Manado

Read Next

Pelaksanaan Vaksinasi Covid-19 di Indonesia Diperkirakan 15 Bulan