Sebagian Korban Gempa Palu Hangus Terbakar

Tim SAR melakukan evakuasi korban gempa yang tertimbun reruntuhan bangunan hotel Roa-Roa di Palu, Minggu, 30 September 2018. Diperkirakan sebanyak 50 orang tertimbun di reruntuhan bangunan hotel itu. (Foto: Antara/BNPB/foc).

“Sebagian sudah ditemukan pihak keluarga dan langsung diambil untuk dimakamkan”

Rahmansyah, Lurah Balaroa

PALU, publikreport.com – Sebanyak empat jenazah korban gempa Palu, Sulawesi Tengah (Sulteng) yang ditemukan di lokasi terparah di Kelurahan Balaroa hangus terbakar sehingga menyisahkan tulang belulang

Empat jenazah pada Selasa, 02 Oktober 2018, sore terbungkus kaku dalam kantong jenazah dan belum dievakuasi ke rumah sakit.

“Mereka terbakar karena saat kejadian itu, rumah mereka juga ikut terbakar dan sebagian tertimbun,” kata Idham, saksi mata di lokasi kejadian Kelurahan Balaroa, Selasa, 02 Oktober 2018.

Kelurahan Balaroa didiami lebih dari 13 ribu jiwa tersebar di 33 RT, 13 RT diantaranya porak poranda dihajar gempa. Diperkirakan jumlah jiwa di titik itu mencapai 5.000 orang.  Sejak evakuasi dilakukan dalam dua hari terakhir baru 12 jenazah ditemukan.

“Sebagian sudah ditemukan pihak keluarga dan langsung diambil untuk dimakamkan,” kata Lurah Balaroa Rahmansyah.

Rahmansyah mengatakan pascagempa baru satu orang yang datang melapor bahwa tiga keluarganya telah dimakamkan langsung oleh pihak keluarga. “Mungkin banyak lagi yang sudah menemukan jenazah tetapi tidak dilaporkan ke kami,” katanya.

Lokasi kejadian di Balaroa merupakan lokasi terparah dari sejumlah titik kerusakan akibat gempa di Kota Palu.

Lokasi yang sebelumnya berbukit itu hanya dalam waktu sekejap menjadi rata karena seluruh permukaan tanahnya bergerak, berpindah dari satu titik ke titik lainnya.

Seperti longsor, tanah di lokasi ini bergeser dari arah barat ke arah timur. Kondisi ini menyebabkan rumah banyak yang tertimbun.

Pada Jumat, 28 September 2018, malam, lokasi ini terang benderang karena sebagian rumah korban gempa terbakar. Api menjalar dari satu rumah ke rumah lainnya sehingga lokasi ini tampak seperti lautan api.

Kebakaran ini tidak dihiraukan warga karena panik dan masing-masing menyelamatkan diri dari tsunami dan mencari tempat aman di ketinggian.

 

ANTARANEWS.com

0 Reviews

Write a Review

Read Previous

1.273 Personil TNI/Polri Tiba di Palu

Read Next

Penyebar Hoaks Gempa Palu Teridentifikasi

Leave a Reply