Si Pemburu

Ronny Kenap, warga Tonsealama/pensiunan PT PLN (Persero).

INGIN ARTIKEL DIBACAKAN: https://publikreport.com

Tikus ekor putih disini terkenal ‘bajingan’. Ada yang mengatakan tikus ekor putih disini ‘profesor’ semuanya”

Ronny Kenap, warga Tonsealama/pensiunan PT PLN (Persero).

TONDANO, publikreport.com – Tikus ekor putih (kulo ipus) berbeda dengan tikus – rumah -. Tikus ekor putih sering menjadi santapan lesat bagi tou (orang) Minahasa. Tikus selalu diburu untuk dimasak.

Nah, salah satu tou Minahasa yang terbilang ulung dalam memburu tikus ekor putih adalah Ronny Kenap, warga Tonsealama, Kecamatan Tondano Utara, Kabupaten Minahasa, Provinsi Sulawesi Utara (Sulut). Sejak muda pria paruh baya yang ternyata merupakan pensiunan PT PLN (Persero) gemar masuk keluar hutan, berburu binatang yang bisa ditangkap dan dikonsumsi.

Sebenarnya ini bukan profesi, tapi lebih sebagai hobi,” kata Ronny di perkebunan Kinetor dekat Post PT PLN Tanggari 1.

Tikus ekor putih, menurut Ronny, terdiri dari berbagai jenis dan ukuran dengan habitat yang berbeda. Ada tikus ekor putih yang bertubuh panjang, ada yang agak pendek.

Habitat mereka berbeda. Namun, ada juga wilayah yang menjadi campuran keduanya. Ukuran tikus ekor putih dari 15-30 centimeter (cm),” jelasnya suami tercinta dari Fransin Gerung.

BACA JUGA: RW (baca: erwe)

Kebiasan tikus ekor putih adalah keluar di malam hari saat akan mencari makan. Karena kebiasaan tikus ekor putih keluar di malam hari, sehingga para pemburu bergerak ke kebun atau hutan pada sekitar pukul 19.00 WITA dan terus melakukan pencarian hingga tengah malam bahkan subuh.

Saat berburu tikus ekor putih dengan menggunakan dodeso (perangkap, jebakan) atau senapan angin, Ronny menceritakan, sering dirinya melakukan sendirian atau dengan teman. Sekali berburu di hutan perbukitan wilayah Tanggari dan Tonsealama, bisa dapat 20-30 ekor tikus ekor putih. Namun, sering juga pulang dengan tangan kosong alias nihil karena saat berada di lokasi buruan tiba-tiba turun hujan.

Selain faktor alam, Ronny melanjutkan, tikus ekor putih di wilayah perbukitan Tanggari dan Tonsealama dapat dikatakan ‘pintar’. Mereka sudah ‘tahu’ menghindari dodeso yang terpasang.

Tikus ekor putih disini terkenal ‘bajingan’. Ada yang mengatakan tikus ekor putih disini ‘profesor’ semuanya,” kata Ronny bersendagurau.

BACA JUGA: Pangi dan Saut

Saat berburu dengan menggunakan senapan angin, Ronny menjelaskan, kemampuan mengukur, ketenangan saat menarik pelatuk akan menentukan sasaran ditembak dengan tepat. Agar sasaran terlihat jelas, pemburu harus memegang atau mengikatkan senter di kepala atau laras senapan angin.

Suatu saat, Ronny mengungkapkan, dirinya pernah memelihara/membudidayakan tikus ekor putih, jantan dan betina. Sempat berkembang biak menjadi delapan ekor. Tikus ekor putih diberinya makanan berupa kelapa. Sayangnya, suatu saat tikus-tikus ini lolos dari kandang.

Tikus ekor putih menggigit kawat halus kandang hingga putus,” ujar Ronny, anak dari pasangan suami isteri Jantje Kenap dan Antji Sumuweng.

BACA JUGA: Ragey

Menikmati hidup di masa tuanya, setelah pensiun pada tahun 2012 dari PT PLN (Persero), Ronny ayah dari tiga orang anak, enam cucu dan satu cece ini, memelihara kelinci, ayam, babi, anjing dan bebek di kebunnya, selain tentunya bercocok tanam. KIKI LANTANG

BACA JUGA: Masakan Terbaik dan Paling Menakutkan di Indonesia

 

0 Reviews

Write a Review

Read Previous

Pernah Menyanyi Fals

Read Next

Indoneia Tuan Rumah Kejuaraan Dunia Jetski

Leave a Reply