Siapa Politisi Tomohon yang ‘Berani’ Bertarung di Pilkada Gubernur/Wakil Gubernur Sulut?

Ilustrasi.

Ilustrasi politisi.

INGIN ARTIKEL DIBACAKAN:

Pemilihan Umum Kepala Daerah (Pilkada) 2020, ramai diperbincangkan masyarakat. Bukan hanya untuk calon walikota atau bupati di daerah yang akan melaksanakan Pilkada 2020, tapi nama-nama calon Gubernur dan Wakil Gubernur Provinsi Sulawesi Utara (Sulut).

Untuk Pilkada Gubernur dan Wakil Gubernur Sulut ini, menyeruak nama-nama yang datang dari berbagai kabupaten dan kota yang ada di Sulut. Namun, dari Kota Tomohon nama figur yang bakal bertarung pada Pilkada Gubernur/Wakil Gubernur Sulut seakan tenggelam oleh nama-nama lain yang datang dari kota dan kabupaten lain. Padahal Kota Tomohon sebagaimana pembicaraan para politisi di warung kopi mengklaim barometer politik Minahasa raya. Barometer politik ini sudah disandang Tomohon sejak masih berstatus kecamatan.

Lalu mengapa seakan tidak ada politisi Kota Tomohon yang ‘berani’ bertarung di kancah politik Pilkada Sulut?

Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) II Partai Golkar Kota Tomohon, Jimmy Feidie Eman memang sempat diberitakan diusung Partai Golkar sebagai calon Gubernur Sulut. Namun, seiring berjalannya waktu, nama politisi Partai Golkar yang kini menjabat Walikota Tomohon ini, seakan tenggelam oleh nama calon Gubernur Sulut, Eugenia Christiany Paruntu yang adalah Ketua DPD I Partai Golkar Sulut yang masih menjabat Bupati Kabupaten Minahasa Selatan (Minsel). Apakah ketika pendaftaran di DPD I Partai Golkar Sulut sebagai salah satu calon Gubernur/Wakil Gubernur Sulut, Jimmy Feidie Eman, hanya sebagai pendamping Eugenia Christiany Paruntu saja? Ataukah keduanya akan berpasangan sebagai calon Gubernur dan Wakil Gubernur Sulut?

Padahal, sebagaimana diberitakan media massa, Jimmy Feidie Eman sukses memenangkan Partai Golkar pada pemilihan legislatif baru-baru ini, di mana Partai Golkar Kota Tomohon berhasil menempatkan 10 kadernya di Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Tomohon. Mungkin Tomohon satu-satunya daerah di Sulut, dimana  Partai Golkar menang pada pemilihan legislatif lalu. Tapi mengapa Jimmy Feidie Eman yang sukses memenangkan Partai Golkar di Kota Tomohon, namun terkesan ragu-ragu untuk bertarung di Pilkada Gubernur/Wakil Gubernur Provinsi Sulut?

Selain Jimmy Feidie Eman, kader Partai Golkar lainnya yang besar di dunia politik praktis, misalnya Miky Junita Linda Wenur juga terkesan ‘tidak berani’ bertarung sebagai calon Gubernur/Wakil Gubernur Sulut. Politisi yang disebut-sebut srikandi Partai Golkar ini telah berkali-kali duduk sebagai wakil rakyat di DPRD Kota Tomohon, namun hanya tampil sebagai calon Walikota/Wakil Walikota Tomohon.

DPD II Partai Golkar Kota Tomohon tentunya mempunyai politisi-politisi yang mumpuni, tapi adakah yang ‘berani’ bertarung sebagai calon Gubernur/Wakil Gubernur Sulut?

Dapat dikatakan Tomohon memiliki koleksi politisi yang cukup piawai yang ada diberbagai partai politik (parpol).

Di Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Kota Tomohon, juga terbilang ada figur seperti Vonnie Jane Paat (anggota DPRD Provinsi Sulut) dan Caroll Joram Azahrias Senduk (Wakil Ketua DPRD Kota Tomohon). Namun, tentunya mantan Ketua DPD PDIP Kota Tomohon (Vonnie Jane Paat) dan Ketua DPD PDIP Kota Tomohon saat ini (Carol Joram Azahrias Senduk) enggan untuk maju sebagai calon Gubernur/Wakil Gubernur Sulut, karena nama Ketua DPD I PDIP Sulut, Olly Dondokambey jelas-jelas masih akan mencalonkan diri. Kecuali salah satu diantaranya dipilih mendampingi Olly Dondokambey sebagai calon Wakil Gubernur Sulut.

Partai Demokrat Kota Tomohon, juga terbilang ada nama politisi senior, yakni Marthen Manuel Manopo. Sosok tersebut pernah menjadi anggota DPRD Kabupaten Minahasa (sebelum pemekaran Kota Tomohon dan Minsel), duduk sebagai anggota DPRD Kota Tomohon bahkan DPRD Provinsi Sulut. Marthen juga pernah menjabat Sekretaris DPD I Partai Demokrat Sulut. Nah, apakah politisi senior yang berlatar belakang notaris ini ‘berani’ bertarung sebagai calon Gubernur/Wakil Gubernur Sulut?

Selain nama Marthen Manuel Manopo, Partai Demokrat Tomohon juga masih memiliki kader, yakni Youddy Yoppy Moningka. Youdy yang merupakan Ketua DPD Partai Demokrat Kota Tomohon pernah duduk sebagai wakil rakyat di DPRD Kota Tomohon.

Di Partai Nasional Demokrat (Nasdem) Kota Tomohon, saat ini juga ada figur seperti Andy Raymond Sengkey dan Erens Kereh. Andy adalah mantan politisi Partai Golkar, pernah menjabat Ketua DPRD Kota Tomohon yang kini Ketua Partai Nasdem Kota Tomohon. Erens Kereh, juga pernah memimpin Partai Nasdem Kota Tomohon, duduk sebagai anggota DPRD Tomohon dan kini sebagai Wakil Ketua DPRD Kota Tomohon.

Sementara di Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) Kota Tomohon ada sosok Ferdinand Mono Turang. Mono pernah dan kini duduk sebagai anggota DPRD Kota Tomohon. Dirinya juga pernah maju sebagai Calon Walikota/Wakil Walikota Tomohon.

Politisi lain di Kota Tomohon, seperti Syennie S Watoelangkow, pernah menjabat Wakil Walikota Tomohon.

Apakah nama-nama politisi yang bernaung di berbagai warna partai politik ini ada yang ‘berani’ maju bertarung sebagai calon Gubernur/Wakil Gubernur Sulut?

Arena Pilkada, tentunya bukan hanya ranah politisi saja. Tapi, pengusaha atau pensiunan (ASN, TNI/Polri dan lembaga negara lainnya) tentunya dapat mencalonkan diri sebagai kepala daerah.

Banyak kalangan tentunya berharap, ada figur dari Kota Tomohon yang dapat menjadi Gubernur/Wakil Gubernur Provinsi Sulut. Sebab dapat dikatakan belum ada orang Tomohon yang pernah menjabat Gubernur/Wakil Gubernur Sulut. Padahal Tomohon sangat terkenal dengan figur-figur, seperti Lambertus N ‘Babe’ Palar, diplomat kondang Indonesia di PBB (Perserikatan Bangsa-Bangsa), kemudian Hendrik Hermanus Joel ‘Henk’ Ngantung, asal Matani Tomohon yang pernah menjabat Gubernur DKI Jakarta dan J Wayong asal Talete Tomohon yang pernah menjabat Gubernur Sulawesi Tenggara (Sultra).

Akankah ada kader/orang Tomohon yang akan menjabat Gubernur/Wakil Gubernur Provinsi Sulut?

Prestasi para politisi maupun pengusaha atau pensiunan yang ingin berpolitik praktis di Pilkada tentunya sudah didengar-dengar masyarakat. Torehan prestasi para kader Kota Tomohon ini tentunya tidak kalah dengan para politisi atau kader-kader dari daerah kabupaten/kota lain di Sulut yang telah menyatakan diri maju sebagai calon Gubernur dan Wakil Gubernur Sulut.

Akankah Pilkada 2020, para politisi Kota Tomohon hanya terkesan ‘jago kandang’, hanya berani berebut kursi Walikota dan Walikota Tomohon? DORANG

BACA JUGA: Pilkada Tomohon, Siapa Bakal Dapat ‘Tiket’
BACA JUGA: Pilkada Tomohon, Akankah Golkar dan PDIP Berkoalisi, Bagaimana dengan Parpol Lain?

 

0 Reviews

Write a Review

Read Previous

Satlantas Polres Sangihe Tuai Pujian

Read Next

Kasus Pembunuhan di Seretan, Polisi Gelar Rekonstruksi

Leave a Reply