Tahun Penuh Harapan

Ilustrasi.

Ilustrasi.

Penegakkan hukum

INGIN ARTIKEL DIBACAKAN: https://publikreport.com

Berita-berita tentang korupsi banyak disaksikan melalui siaran televisi (tv) nasional dan media online serta lewat media sosial (medsos). Kabar-kabar ini terjadi di pemerintah pusat, maupun beberapa pemerintah daerah lainnya di Indonesia. Tentang korupsi menjadi cerita-cerita menarik diberbagai lapisan masyarakat diberbagai tempat.

Apakah di daerah kita, Provinsi Sulawesi Utara (Sulut), khususnya Kota Tomohon tidak ada tindak pidana korupsi? Apakah Kota Tomohon bersih dari tindak pidana korupsi? Berita-berita tentang dugaan korupsi sangat minim. Jika ada kasus dugaan tindak pidana korupsi yang sempat terekspos di media massa, kelanjutannya masih menjadi tanda tanya. Sementara disana-sini masyarakat masih bergunjing, bercerita tentang kasus dugaan korupsi.

“Bagaimana dengan kasus A, B, C dan seterusnya. Mengapa sudah tidak ada kabar lagi”

“Apakah kasus-kasus itu sudah dipersidangan?”

“Apakah kasus-kasus itu sudah ada putusan pengadilan?”

Itulah sebagian pertanyaan-pertanyaan yang kerap muncul dari masyarakat. Pertanyaan-pertanyaan tersebut menyeruak karena melihat kurangnya penuntasan kasus dugaan korupsi oleh aparat penegak hukum.

Sebagaimana diketahui, tindak pidana korupsi yaitu perbuatan melawan hukum dengan melakukan perbuatan memperkaya diri sendiri atau orang lain atau suatu korporasi yang dapat merugikan keuangan negara atau perekonomian negara.

Banyak hal yang menjadi modus dan dapat terindikasi perbuatan korupsi, seperti suap-menyuap, pemerasan, perbuatan curang, gratifikasi, penggelapan dalam jabatan, benturan kepentingan dalam pengadaan barang dan jasa dan perbuatan lain yang merugikan keuangan negara.

Semua perbuatan korupsi diancam pidana penjara melalui Undang-Undang (UU) Tipikor (Tindak Pidana Korupsi).

Sebagaimana gunjang-ganjing/cerita-cerita di masyarakat disinyalir banyak kasus dugaan tindak pidana korupsi yang masih menjadi ‘pekerjaan rumah’ aparat penegak hukum di Kota Tomohon.

Di tahun 2021 ini, masyarakat berharap agar kasus-kasus korupsi itu dapat dituntaskan penanganannya dan diekspos melalui media massa, apakah televisi, media cetak, media online dan media elektronik.

Masyarakat berharap pelaku tindak pidana korupsi diberikan efek jera, sehingga perbuatan yang merugikan banyak orang itu tidak diikuti oknum aparatur atau pribadi, kelompok maupun korporasi lainnya. Jangan sampai korupsi menjadi kebiasaan turun temurun karena tidak adanya ketegasan dalam penanganan, penuntasan dan pemberian efek jera.

“Ah, kan korupsi itu adalah persoalan mujur atau ‘soe’ (sial). Mujur jika tidak terungkap atau tidak diproses lebih lanjut. ‘Soe’ (sial) jika tercium aparat penegak hukum atau dilaporkan masyarakat dan diproses lanjut hingga pengadilan,” ucap salah satu warga Kota Tomohon saat berbincang dengan publikreport.com dalam banyak kesempatan. ***

0 Reviews

Write a Review

Read Previous

Penerima Vaksin Covid-19 Tahap Pertama di-SMS Kemenkes

Read Next

Tahun Penuh Harapan