Tanah Rurukan Milik Siapa?

Lahan pertanian Rurukan yang indah. (Foto: publikreport.com)

Lahan pertanian Rurukan yang indah. (Foto: publikreport.com)

INGIN ARTIKEL DIBACAKAN: https://publikreport.com

“Jangan pada akhirnya orang Rurukan menjadi tamu di negeri sendiri. Ataupun bekerja di fasilitas wisata, tapi hanya sebagai cleaning service, tukang kebun, sopir, satpam. Dengan menyiapkan SDM yang baik, orang Rurukan nantinya dapat duduk pada posisi-posisi strategis di industri pariwisata yang kini mulai merambah Negeri Rurukan”

TOMOHON, publikreport.com  Keindahan Negeri Rurukan (Kelurahan Rurukan dan Rurukan I) Kecamatan Tomohon Timur Kota Tomohon Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) menjadi daya pikat tersendiri, sehingga wisatawan lokal, nusantara dan mancanegara terus membanjiri negeri yang berada kira-kira 1.000 Mdpl (Meter dari permukaan laut). Selain wisatawan, keindahan Negeri Rurukan juga menjadi daya tarik bagi para kaum bermodal. Sehingga banyak tanah-tanah/lahan-lahan yang telah dijual penduduk asli kepada pengusaha Tomohon maupun luar Tomohon.

“Tanah-tanah sekeliling Rurukan sebagian besar sudah beralihtangah alias sudah dijual pemilik (orang Rurukan) kepada pengusaha,” kata Danny, kepada publikreport.com belum lama ini.

Berpindahtangannya kepemilikan tanah-tanah di Rurukan, menurut Danny, lebih disebabkan masalah ekonomi. “Ya, bagaimana lagi, kalau dililit permasalahan keuangan dan ekonomi,” ujarnya.

BACA JUGA: Di Rurukan Bakal Ada Hotel
BACA JUGA:  Belum Ada Festival Sayur-mayur

Dari informasi, beberapa pengusaha berencana membangun hotel di tanah-tanah yang dibeli mereka. “Tinggal menunggu waktu saja dan satu atau dua hotel akan segera berdiri,” kata warga lainnya ketika berbincang ringan dengan publikreport.com, yang sama-sama berteduh menghindari hujan di Pos Polisi Tomohon Timur  di areal perkebunan menuju puncak Gunung Mahawu.

Pemerhati pembangunan Kota Tomohon, Viktorie Wuwung menilai, fenomena Negeri Rurukan akan menjadi kawasan wisata dengan berbagai fasilitas, seperti hotel, villa dan lain-lain harus diantisipasi sejak dini. Antisipasinya dengan mempersiapkan Sumber Daya Manusia (SDM) yang mumpuni di bidang pariwisata.

Masyarakat dan Pemerintah Negeri Rurukan harus mempersiapkan generasi muda Negeri Rurukan, dengan skill kepariwisataan, seperti menguasai bahasa asing, minimal Bahasa Inggris dan Mandarin.

“Jangan pada akhirnya orang Rurukan menjadi tamu di negeri sendiri. Ataupun bekerja di fasilitas wisata, tapi hanya sebagai cleaning service, tukang kebun, sopir, satpam. Dengan menyiapkan SDM yang baik, orang Rurukan nantinya dapat duduk pada posisi-posisi strategis di industri pariwisata yang kini mulai merambah Negeri Rurukan,” katanya.

BACA JUGA: Agustinus Mengaku Keuntungan Bisnis Sayur Menggiurkan

Lurah Rurukan, Sidonia Marli Palit, mengakui apabila ada lahan pertanian yang sudah berpindah tangan. Namun, yang menjual tidak banyak.

“Meskipun sudah berpindah tangan, namun pembeli adalah anggota keluarga dari warga yang menjual,” kata Sidonia saat ditemui publikreport.com di Kantor Kelurahan Rurukan, Selasa 30 Januari 2018.

Sehingga kendati sudah dijual, menurut Sidonia, penjual atau pemilik tanah sebelumnya masih mengolah lahan itu.

Sedangkan tanah yang berpindah tangan ke pengusaha, Sidonia menjelaskan, salah satunya yang kini dijadikan objek wisata Puncak Rurukan.

“Sebagian besar tanah di situ sudah tidak subur dan tidak diolah oleh pemilik sebelumnya sehingga dijual,” jelasnya.

BACA JUGA: Petani Rurukan Berharap Pertanian Lebih Baik Lagi
BACA JUGA: Kaya Hortikultura, Sebagian Petani Rurukan Kini Hanya Penggarap

Mengenai pembangunan di objek wisata Puncak Rurukan, Sidonia menyatakan, Pemerintah Negeri Rurukan (Kelurahan Rurukan dan Rurukan I) tidak melarang. Karena tanah sudah dibeli secara sah.

“Lagi pula ini membuka lahan pekerjaan bagi masyarakat,” ucapnya.

Selain itu, Marli menegaskan, pemerintah dan pengusaha pengelola Puncak Rurukan telah membuat kesepakatan, seluruh karyawan objek wisata itu harus warga setempat.

“Saat ini karyawan di situ adalah warga sini. Juga ada sekitar 30 Kepala Keluarga (KK) yang membuka kios kuliner di Puncak Rurukan,” ujarnya. YELLI PRISILIA

BACA JUGA: Kondisi Ruas Jalan Penghubung Rurukan-Kumelembuai

 

0 Reviews

Write a Review

Read Previous

Di Rurukan Bakal Ada Hotel

Read Next

Lahan Parkir Jadi Tempat PKL

Leave a Reply