PUBLIKREPORT.com

Tidak Hanya MotoGP, Mandalika Diharap Jadi Arena F1

Bulan Oktober insyaallah kita akan mulai membangun dalam jangka waktu 12 bulan akan selesai jalan hanya sepanjang 4,3 kilometer. Dan di sini kami juga sudah memastikan bahwa itu bisa dipakai untuk F1 juga. Untuk MotoGP kita akan mulai konstruksi jalan bulan Oktober 2019”

Abdulbar Mansoer, Dirut ITDC.

BOGOR, publikreport.com – Sirkuit Mandalika di Kabupaten Lombok Tengah, Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), diharapkan juga menjadi arena balap Formula One (F1), bukan hanya MotoGp. Dengan demikian country branding Indonesia akan lebih efisien atau lebih baik lagi.

Harapan ini disampaikan Presiden RI, Joko Widodo (Jokowi) sebagaimana dikemukakan Direktur Utama (Dirut) Tourism Development Corporation (ITDC), Abdulbar Mansoer didampingi Ketua Komite Olimpiade Indonesia (KOI), Erick Thohir usai bertemu Presiden Jokowi di Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat (Jabar), Rabu 22 Mei 2019.

Beliau menyampaikan bahwa F1 ini patut kita jajaki untuk diselenggarakan dalam rangka country branding Indonesia dan juga dalam memperkuat brand sports tourism di Indonesia selain MotoGP. Dan juga upaya Indonesia untuk menjadi tuan rumah Olimpiade 2032,” ungkap Abdulbar.

Selaku pengelola Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika, Kabupaten Lombok Tengah, Abdulbar menyatakan kesiapannya untuk mendukung program pemerintah itu.

Kami akan segera menindaklanjuti arahan Bapak Presiden untuk melihat kemungkinan F1 dapat diselenggarakan di Sirkuit Mandalika,” katanya.

Dalam waktu dekat, menurut Abdulbar, pihaknya akan berkoordinasi dengan pihak yang akan bekerja sama dalam hal ini dalam menyelenggarakan balap F1. Ia berharap bisa menyampaikan hal-hal lebih lanjut tentang kemungkinan membawa F1 ke Indonesia setelah MotoGP.

BACA JUGA: Fasilitas MotoGP 2021 di Mandalika Rampung Tahun Depan

Sejauh ini, Abdulbar mengatakan, pemerintah sangat mendukung penyelenggaraan MotoGP di Mandalika. Bahkan, Presiden menyampaikan di depan pers bahwa jalan akses dari bandara (bandar udara) ke Mandalika akan dibangun oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (KemenPUPR), kemudian akan ada pelebaran runway bandara, juga perbaikan pelabuhan untuk cruise.

Support dari pemerintah sangat jelas kali,” tegasnya.

Ketua KOI Erick Thohir dan Dirut ITDC Abdulbar Mansoer menyampaikan keterangan pers usai diterima Presiden RI, Joko Widodo (Jokowi), di Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat (Jabar), Rabu 22 Mei 2019.

ITDC sendiri, Abdulbar menjelaskan, hanya membangun sirkuit itu dengan partnernya, Vinci. ITDC adalah pemilik tanahnya dan sekarang dalam tahap penyelesaian homologasi, kemudian pihak terkait juga akan menyelesaikan dokumen teknis.

Bulan Oktober insyaallah kita akan mulai membangun dalam jangka waktu 12 bulan akan selesai jalan hanya sepanjang 4,3 kilometer. Dan di sini kami juga sudah memastikan bahwa itu bisa dipakai untuk F1 juga. Untuk MotoGP kita akan mulai konstruksi jalan bulan Oktober 2019,” jelasnya.

Mengenai kemungkinan penyesuaian spek pembangunan sirkuit dari arena balap motor menjadi juga arena balap F1, Abdulbar mengemukakan, meskipun baru mendapat berita ini beberapa hari lalu, namun pihaknya langsung dengan desainer tracknya mendapat kepastian bahwa bentuk shape-nya tidak perlu diubah.

Hanya ada perlakuan untuk topsoil dan beberapa sinyal-sinyal atau sensor yang harus kita tambahkan karena sifatnya agak berbeda tapi tidak akan merubah signifikan sekali dari sisi budget maupun dari sisi teknis jalan,” kata Abdulbar.

Tidak ada pemborosan

Ketua KOI, Erick Thohir menilai track yang sedang dibangun di Mandalika bisa juga dimanfaatkan untuk arena balapan mobil, dan tidak ada pemborosan untuk arena balap F1 bisa ataupun kendaraan balap mobil yang lain. Bahkan, menurutnya, di situ semua pihak juga melihat opportunity ini tidak hanya sebagai penyelenggara tapi juga bagaimana dikaitkan dengan investasi ke depan, investasi tourism.

Kita tahu Indonesia sedang menjajaki tidak hanya halal tourism tapi juga bagaimana menjajaki menjadi negara yang tidak kalah bersaing dengan negara-negara tetangga seperti Thailand, Malaysia dalam menjual sports tourism ataupun kebudayaan,” ujarnya.

 

DORANG

0 Reviews

Write a Review

Read Previous

Proyek Infrastruktur Sulut Butuh Dukungan Kementerian ATR/BPN

Read Next

Dindik Minut Terbuka Terima Masukan Warga

Leave a Reply